Sektor pariwisata dan transportasi juga mencatat pertumbuhan positif. Transportasi dan Pergudangan tumbuh 5,65 persen, sedangkan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 10,60 persen.
Pertumbuhan sektor akomodasi dan makanan minuman didukung meningkatnya kegiatan pariwisata serta permintaan yang berkaitan dengan program MBG.
Program MBG juga ikut meningkatkan permintaan dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor tersebut tumbuh 3,80 persen.
Subsektor Peternakan tumbuh 11,57 persen, sementara Perikanan tumbuh 6,86 persen. Pertumbuhan ini antara lain berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi permintaan domestik.
Secara wilayah, Pulau Jawa masih menjadi penyumbang terbesar ekonomi Indonesia dengan kontribusi 56,47 persen. Ekonomi Jawa tumbuh 5,65 persen, terutama didukung industri pengolahan dan perdagangan.
Pertumbuhan tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,10 persen. Pertumbuhan wilayah tersebut ditopang sektor pertambangan.
Sumatra tumbuh 5,06 persen, sedangkan Kalimantan tumbuh 4,10 persen. Kedua wilayah tersebut didukung aktivitas perdagangan dan manufaktur.
Sementara itu, pertumbuhan Maluku-Papua berada di level 1,36 persen akibat moderasi sektor pertambangan.
Pertumbuhan ekonomi yang terjaga juga berdampak pada kondisi tenaga kerja. Jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 4,68 persen pada Februari 2026 menjadi 4,65 persen pada Mei 2026.
Kondisi kesejahteraan masyarakat turut membaik. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 turun menjadi 8,07 persen dari 8,25 persen pada September 2025.
Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 23,36 juta orang menjadi 22,93 juta orang.
Pemerintah selanjutnya akan melanjutkan kebijakan untuk menciptakan lapangan kerja, menjaga daya beli, dan mendorong investasi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus membuat manfaat pembangunan dirasakan lebih luas oleh masyarakat. ***








