Belakangan ini video Tapir Asia yang muncul di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Mesuji, Lampung, lagi ramai di media sosial. Satwa yang akrab dijuluki “Cipan” itu awalnya terlihat berjalan sendirian di jalan raya pada 2 Juli 2026. Sayangnya, beberapa jam kemudian kabar yang muncul justru bikin sedih karena tapir tersebut ditemukan sudah mati.
Mumpung lagi viral, yuk kenalan lebih dekat sama salah satu satwa paling unik asli Indonesia ini.
1. Tapir Asia Itu Hewan Apa?
Tapir Asia atau Tapirus indicus merupakan satu-satunya spesies tapir yang hidup di Asia. Banyak juga yang menyebutnya Tapir Malaya atau “Badak Tepi”, karena zaman dulu orang mengira hewan ini masih satu keluarga dengan badak.
Ciri yang paling gampang dikenali tentu warna tubuhnya. Bagian depan berwarna hitam, sedangkan bagian belakang putih, jadi sekilas memang terlihat seperti lagi memakai sarung.
Belalainya memang kecil, tapi cukup lentur untuk mengambil daun dan buah. Bobot tapir dewasa juga gak main-main, bisa mencapai sekitar 300 kilogram atau hampir sebesar kulkas dua pintu.
Yang paling menggemaskan justru anaknya. Bayi tapir lahir dengan motif belang cokelat dan putih, mirip semangka. Setelah tumbuh besar, warna tubuhnya berubah menjadi hitam dan putih agar lebih mudah berkamuflase di dalam hutan.
2. Asli Sumatera, Suka Tinggal di Hutan dan Rawa
Tapir Asia merupakan satwa asli Pulau Sumatera. Mereka hidup di kawasan hutan tropis yang masih lebat, terutama di sekitar sungai, rawa, dan daerah berlumpur.
Tapir memang hobi berendam dan berguling di lumpur. Selain bikin badan tetap adem, cara ini juga membantu mengusir serangga yang menempel di tubuhnya.
Sayangnya, habitat mereka terus menyusut karena banyak kawasan hutan berubah menjadi perkebunan maupun pembangunan jalan. Akibatnya, tapir sering keluar dari habitatnya untuk mencari makan.
3. Sifatnya Kalem, Pemalu, dan Lebih Suka Sendirian
Kalau manusia mungkin dibilang introvert.
Tapir lebih senang hidup sendiri dan biasanya hanya bertemu sesama tapir ketika musim kawin.



