Terikat Janji Episode 86: Dipa Lolos Lagi, Davina Terancam
Setelah pada episode sebelumnya Sena mulai membongkar dugaan penyelewengan dana CSR Kusuma Food, di episode 86 perjuangan itu masih belum membuahkan hasil. Dipa kembali berhasil lolos dari jeratan hukum, sementara ancaman baru mulai mengintai Davina.
Episode dibuka dengan polisi yang datang ke apartemen Dipa untuk melakukan penggeledahan. Dipa diperiksa atas dugaan penyalahgunaan dana CSR yang disalurkan melalui yayasan miliknya. Meski begitu, Dipa tetap bersikap tenang dan terus membantah semua tuduhan.
Di hadapan polisi, Dipa mengaku tidak pernah melakukan pelanggaran hukum. Ia mengatakan seluruh urusan keuangan yayasan ditangani oleh sekretarisnya, Melani. Padahal sebelumnya Dipa sudah lebih dulu menyembunyikan semua aset dan dokumen penting agar polisi tidak menemukan barang bukti.
Hasilnya, polisi tidak menemukan bukti yang cukup untuk menahan Dipa. Meski sempat dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, Dipa kembali bisa pulang dengan bebas.
Saat menjalani pemeriksaan, Dipa terus mengarahkan kesalahan kepada Melani. Ia menjelaskan bahwa rekening yang digunakan untuk menerima dana CSR merupakan rekening milik Melani yang dipakai untuk operasional yayasan. Dengan cara itu, Dipa berusaha melepaskan dirinya dari semua tuduhan.
Sementara itu, Sena akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah kondisinya mulai membaik. Meski masih dalam masa pemulihan akibat siraman air keras, Sena sudah kembali bercanda dengan Reza, Dion, dan Bilal. Suasana menjadi lebih santai karena mereka saling menggoda seperti biasanya.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Sena mendapat kabar dari rekannya di kepolisian bahwa Dipa kembali lolos karena tidak ditemukan bukti yang mengarah langsung kepadanya. Sena yakin Dipa sengaja menjadikan Melani sebagai kambing hitam agar dirinya tetap aman.
Di sisi lain, Davina menyiapkan hadiah dari Novan untuk Sena. Sebagai bentuk terima kasih atas kerja keras Sena di Kusuma Food, Novan menghadiahkan sebuah mobil baru. Davina terlihat sangat bersemangat mengurus semua persiapan hingga mobil itu siap dikirim ke rumah Sena.
Saat menghubungi Sena, Davina memberi tahu bahwa hadiah tersebut tidak boleh ditolak karena merupakan permintaan langsung dari ayahnya. Meski awalnya merasa tidak enak, Sena akhirnya bersedia menerima hadiah itu.
Di kantor Dipa, masalah justru mulai menimpa Melani. Polisi datang untuk memanggilnya karena seluruh aliran dana CSR ternyata masuk ke rekening atas namanya. Melani sangat terkejut karena rekening tersebut dulu dibuat atas perintah Dipa dengan alasan untuk mempermudah operasional yayasan.
Melani baru menyadari dirinya berada dalam masalah besar. Sementara itu, Dipa tanpa rasa bersalah memilih mengorbankan sekretaris yang selama ini setia bekerja dengannya demi menyelamatkan diri.
Menjelang sore, Davina mengantar mobil hadiah untuk Sena menggunakan mobil towing. Karena jalan menuju rumah Sena terlalu sempit, Davina menunggu Sena di depan gang agar proses penyerahan mobil lebih mudah.
Tanpa disadari Davina, Julian ternyata sudah mengawasi pergerakannya. Julian melihat kesempatan saat Davina berada sendirian dan mulai menyusun rencana untuk membalas dendam kepada Sena.
Sebelum menemui Davina, Sena masih sempat digoda Reza dan Dion yang menyuruhnya segera menyatakan perasaannya kepada Davina. Mereka menganggap hubungan keduanya semakin dekat setelah Sena mendapat hadiah mobil dari keluarga Kusuma.
Meski hanya tertawa menanggapi candaan sahabatnya, Sena tiba-tiba merasakan firasat buruk. Perasaan tidak tenang itu muncul tepat saat Julian mulai bergerak menjalankan rencananya.
Episode 86 ditutup dengan dua konflik besar. Dipa kembali berhasil lolos dari penyelidikan polisi setelah menjadikan Melani sebagai tumbal. Di sisi lain, Davina berada dalam bahaya karena Julian mulai mengincarnya sebagai balas dendam kepada Sena. Kelanjutan kisah ini dipastikan akan semakin menegangkan pada episode berikutnya. (Red)
Sumber: SCTV


