Hubungan Sena dan Davina yang baru saja resmi berpacaran mulai mendapat ujian di Terikat Janji episode 122. Setelah momen romantis pada episode sebelumnya, kali ini Sena terpaksa membatalkan janjinya untuk makan siang bersama Davina karena harus membantu penyelidikan polisi. Di saat yang sama, kasus yang melibatkan Dipa juga mulai menemukan titik terang.

Sejak pagi, Sena dan Davina terlihat sangat bahagia menjalani hari pertama sebagai pasangan. Sebelum mulai bekerja, mereka bahkan membuat janji untuk makan siang bersama. Davina sudah membayangkan akan menikmati makan siang berdua dengan Sena setelah hubungan mereka resmi dimulai.

Davina juga menceritakan kabar bahagia itu kepada sahabatnya. Ia mengaku sangat senang karena Sena akhirnya menyatakan cinta. Hadiah jam tangan sederhana dari Sena pun membuat Davina semakin bahagia.

Namun, rencana makan siang mereka tidak berjalan sesuai harapan. Sena harus mendampingi tim kepolisian yang datang ke Kusuma Food untuk memeriksa rekaman CCTV terkait penemuan obat bius ilegal di area parkir perusahaan. Karena tugas itu tidak bisa ditunda, Sena terpaksa membatalkan janjinya dengan Davina.

Meski Davina mencoba memahami keadaan, ia tetap merasa sedikit kecewa. Sena pun sadar dirinya telah membuat Davina kecewa, padahal mereka baru sehari resmi berpacaran. Ia merasa bersalah karena kembali tidak bisa menepati janjinya.

Sebagai permintaan maaf, Sena diam-diam mengirimkan sushi favorit Davina ke kantor. Ia meminta Bilal untuk mengantarkan makanan tersebut. Saat melihat Bilal yang datang membawa pesanan dari Sena, Davina sempat merasa heran. Ia mulai curiga karena Bilal dan Sena terlihat sangat akrab.

Sementara itu, penyelidikan polisi terus berlanjut. Sena mendampingi tim penyidik saat memeriksa rekaman CCTV. Dari rekaman itu terlihat sosok pria yang diduga Dipa berada di lokasi saat jarum suntik berisi obat bius ditemukan.

Sayangnya, wajah pria tersebut tidak terlihat jelas sehingga belum bisa dijadikan bukti kuat. Polisi masih membutuhkan bukti tambahan sebelum mengambil tindakan terhadap Dipa.

Melani juga dimintai keterangan. Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya datang ke parkiran karena mendapat informasi ada pengiriman bantuan CSR. Namun, saat tiba di lokasi, tidak ada siapa pun. Ia hanya sempat mendengar suara alarm mobil sebelum kembali ke kantornya.

Di sisi lain, Dipa mulai panik. Ia meminta Jihan agar tidak menceritakan kepada siapa pun bahwa dirinya pernah memiliki obat bius dan pernah memukul seseorang di apartemennya. Dipa mengaku rahasia itu bisa menghancurkan nama baiknya dan bisnis yang sedang dijalankan.

Awalnya Jihan setuju untuk menjaga rahasia tersebut. Namun tanpa sengaja, ia justru menceritakan informasi penting kepada Reza setelah melihat berita tentang kematian Arga. Jihan mengaku mengenali Arga karena pernah melihat pria itu berada di apartemen Dipa.

Informasi itu langsung disampaikan Reza kepada Sena. Mendengar hal tersebut, Sena segera meminta polisi memanggil Jihan untuk memberikan keterangan. Kesaksian Jihan diyakini bisa menjadi petunjuk baru dalam mengungkap keterlibatan Dipa.

Sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya, Sena kembali menemui Davina. Ia meminta maaf karena telah membatalkan janji makan siang mereka. Sena juga berjanji akan menggantinya dengan makan malam romantis setelah semua urusan penyelidikan selesai.

Di akhir episode, hubungan Sena dan Davina tetap berjalan baik meski sempat diwarnai kekecewaan. Sementara itu, penyelidikan terhadap Dipa semakin mengarah pada fakta baru yang bisa menjadi awal terbongkarnya semua rahasia yang selama ini disembunyikan. (Red).

Sumber : RCTI