Angela Nikolau dan Ivan Beerkus Bikin Heboh dengan Lamaran Paling Anti-Mainstream 2026, Tapi Berujung Urusan Polisi
Kalau ngomongin lamaran paling anti-mainstream tahun 2026, Angela Nikolau dan Ivan Beerkus jelas masuk daftar teratas. Pasangan rooftopper asal Rusia ini bikin heboh internet setelah nekat manjat antena siaran di puncak Empire State Building, New York, cuma buat satu momen: lamaran yang gak bakal mereka lupain seumur hidup. Bahasa anak sekarang sih, core memory unlocked.
Bukan di restoran mewah, bukan juga di pantai saat matahari terbenam. Mereka justru memilih berdiri di ketinggian sekitar 1.454 kaki atau 443 meter di atas Manhattan. Sebagai gambaran, itu bahkan lebih tinggi dari Menara Eiffel yang tingginya sekitar 324 meter. Salah pijakan sedikit aja, risikonya bisa fatal.
Di atas sana, mereka membentangkan poster bertuliskan kutipan legendaris dari Jimi Hendrix, “When the power of love overcomes the love of power, the world will know peace.” Pesannya soal perdamaian dan cinta memang terdengar romantis. Masalahnya, lokasi yang mereka pilih bukan tempat yang boleh dimasuki sembarang orang.
Antena siaran di puncak Empire State Building adalah area terbatas. Aksesnya cuma diperuntukkan bagi teknisi yang punya izin khusus. Jadi, meski niatnya bikin momen spesial, aksi mereka tetap dianggap sebagai pelanggaran.
Nah, bagian ini yang bikin ceritanya makin ramai.
Begitu foto dan video mereka viral di media sosial, pihak Empire State Building bersama Kepolisian New York (NYPD) langsung bergerak. Angela dan Ivan dilaporkan diperiksa atas dugaan criminal trespass atau masuk ke area terlarang, serta reckless endangerment karena aksi mereka dinilai membahayakan keselamatan.
Pihak pengelola gedung juga mengeluarkan pernyataan kalau aksi tersebut ilegal, sangat berbahaya, dan berpotensi mengancam keselamatan. Mereka pun bekerja sama dengan aparat untuk menindaklanjuti kejadian itu.
Kabarnya, pasangan ini sempat dimintai keterangan setelah berhasil turun dari antena. Paspor dan visa mereka juga ikut diperiksa karena insiden tersebut terjadi di area dengan akses yang sangat terbatas.
Sebenarnya, Angela dan Ivan bukan pemain baru di dunia rooftopping. Mereka memang dikenal sering memanjat gedung-gedung tinggi di berbagai negara demi mendapatkan foto dan video yang bikin jantung penonton ikut deg-degan. Mulai dari Menara Shanghai, crane di Dubai, sampai kawasan Patung Liberty pernah mereka datangi. Tapi aksi di Empire State Building disebut-sebut jadi salah satu yang paling ekstrem.
Yang menarik, ada sisi lain yang juga banyak dibahas. Gara-gara aksi ini, aparat harus mengerahkan personel dan peralatan khusus untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman. Artinya, ada biaya pengamanan yang ikut dikeluarkan. Selain itu, banyak yang khawatir aksi seperti ini bisa ditiru orang lain demi mengejar viral di media sosial.
Netizen pun langsung terbagi dua kubu. Ada yang bilang ini lamaran paling romantis sepanjang tahun. Tapi gak sedikit juga yang menganggap mereka cuma cari sensasi dan malah bikin repot petugas.
Ironisnya, mereka membawa pesan tentang perdamaian lewat kutipan Jimi Hendrix. Namun, cara yang dipilih justru membuat mereka berurusan dengan hukum karena memasuki area yang jelas-jelas dilarang.
Jadi, kalau ditanya apakah ini pertunangan paling spektakuler tahun 2026? Mungkin iya. Romantis? Jelas. Bikin deg-degan? Banget. Tapi konsekuensinya juga gak main-main, mulai dari risiko kehilangan nyawa sampai harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.
Sekarang pertanyaannya, kalau kamu dikasih pilihan, lebih pilih dilamar di restoran romantis atau di antena setinggi 443 meter sambil ditemani polisi begitu turun?


