Kisah Terikat Janji episode 84 masih melanjutkan cerita dari episode sebelumnya saat Sena menjadi korban penyiraman air keras. Kondisinya belum sepenuhnya pulih sehingga dokter meminta Sena menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit.

Davina memilih tetap berada di samping Sena. Ia bahkan mengurus biaya perawatan dan meminta Sena dipindahkan ke kamar VVIP agar bisa beristirahat dengan lebih nyaman. Davina juga meminta izin kepada ayahnya untuk menginap di rumah sakit demi menjaga Sena. Meski sempat dipertanyakan oleh sang ibu, ayah Davina akhirnya memberikan izin.

Saat kondisi Sena mulai membaik, ia mendapat kabar bahwa nomor polisi motor pelaku ternyata palsu. Hal itu membuat Sena yakin aksi penyiraman tersebut sudah direncanakan sejak awal. Ia pun mulai mencurigai ada orang yang sengaja ingin mencelakainya, meski belum memiliki bukti siapa dalangnya.

Davina juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melaporkan dugaan penyelewengan dana CSR yang dilakukan Dipa ke polisi. Mendengar hal itu, Sena berharap penyelidikan terhadap Dipa bisa berjalan lebih cepat dan semua pelaku segera diproses sesuai hukum.

Di sisi lain, kelompok pelaku kembali mendapat perintah dari bos mereka. Kali ini targetnya adalah Davina. Mereka mencari tahu keberadaan Davina dan berhasil mengetahui bahwa wanita itu sedang berada di Rumah Sakit Bakti Insani.

Salah satu anak buah pelaku sempat masuk ke rumah sakit dengan menyamar sebagai pengunjung. Ia berniat menculik Davina saat mengambil barang kiriman di lobi. Namun rencana tersebut gagal karena suasana rumah sakit masih ramai sehingga ia tidak menemukan kesempatan untuk menjalankan aksinya.

Sementara itu, Jihan masih berusaha menghilangkan kesedihannya setelah bertengkar dengan Dipa. Ia mencoba menenangkan diri dengan bermain panahan bersama pria yang selama ini selalu menemaninya. Dalam hati, Jihan berharap Dipa berubah dan tidak lagi bersikap kasar kepadanya. Namun hingga malam tiba, Dipa tidak juga menghubungi ataupun meminta maaf, membuat Jihan semakin kecewa.

Di rumah sakit, Sena beberapa kali mengeluh karena luka akibat air keras masih terasa panas dan perih. Davina dengan sabar merawatnya, memanggil perawat, hingga mengipasi Sena agar rasa sakitnya sedikit berkurang. Perhatian Davina membuat Sena merasa sangat bersyukur karena selalu ada seseorang yang setia berada di sisinya.

Menjelang akhir episode, muncul petunjuk baru yang membuat kasus penyiraman Sena semakin misterius. Dari hasil pembicaraan para pelaku terungkap bahwa dalang di balik penyerangan tersebut bukan orang biasa. Sosok itu disebut memiliki senjata api dan diduga adalah seorang wanita.

Misteri tersebut dipastikan akan berlanjut pada episode berikutnya, sementara hubungan Sena dan Davina terlihat semakin dekat di tengah berbagai ancaman yang masih mengintai.(Red)

Sumber: RCTI