Setelah pada episode sebelumnya Jolina akhirnya berhasil mendapatkan bukti mengenai identitas asli Edmund Johani, konflik baru muncul ketika ia memutuskan untuk membuka rahasia besar yang selama ini disembunyikannya.

Jolina akhirnya jujur kepada Fattah mengenai pekerjaannya. Selama ini ia bekerja sebagai pendamping profesional yang bertugas menemani klien dalam berbagai aktivitas, mulai dari makan bersama, mengobrol, menonton, hingga menjadi teman curhat. Pekerjaan itu memiliki aturan ketat dan tidak melibatkan hal-hal negatif seperti yang sering dipikirkan banyak orang.

Dengan penuh kejujuran, Jolina menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dialaminya saat mendampingi klien. Ada yang hanya membutuhkan teman bicara karena kesepian, ada yang sedang menghadapi masalah keluarga, bahkan ada yang hanya ingin ditemani menangis selama berjam-jam.

Namun di balik pekerjaannya itu, Jolina juga menyimpan pengalaman buruk. Salah satunya ketika bertemu Edmund Johani, pria kaya yang awalnya mengaku kesepian dan membutuhkan teman berbagi cerita. Lama-kelamaan, Edmund justru menunjukkan sikap yang membuat Jolina tidak nyaman. Pertemuan mereka menjadi semakin intens hingga Edmund nekat mencari tahu alamat rumah Jolina dan mendekati ibunya.

Situasi semakin rumit karena ibu Jolina percaya begitu saja kepada Edmund. Pria tersebut bahkan berhasil membuat hubungan Jolina dan sang ibu menjadi renggang. Merasa tidak tahan lagi, Jolina akhirnya meminta bantuan untuk menyelidiki Edmund.

Hasil penyelidikan yang didapat membuat Jolina semakin yakin bahwa Edmund selama ini tidak jujur. Bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan kemudian diberikan kepada ibunya. Jolina bahkan mengancam akan mendatangi istri dan anak Edmund jika pria itu masih terus mengganggu kehidupannya.

Pengakuan tersebut membuat Fattah memahami alasan di balik sikap Jolina selama ini. Bukannya menghakimi, Fattah justru merasa sedih karena Jolina harus menghadapi semua masalah itu seorang diri. Momen tersebut semakin memperlihatkan kedekatan emosional di antara keduanya.

Di sisi lain, konflik lain juga mulai berkembang. Rose mengambil keputusan untuk menunda sebuah kampanye hingga seluruh persoalan yang sedang terjadi selesai. Sementara itu, Devon mendapat tekanan dan peringatan dari seseorang yang mengingatkannya untuk memilih pihak yang tepat di tengah pertarungan kepentingan yang semakin memanas.

Nama Jordan Fernandez kembali disebut dalam percakapan tersebut. Kehadiran Jordan diduga akan menjadi faktor penting dalam konflik besar yang sedang berkembang di lingkungan mereka.

Menjelang akhir episode, muncul kejadian yang membuat Fattah dan Blade berada dalam situasi canggung. Saat Blade mengalami kelilipan dan Fattah berusaha membantunya, keduanya tiba-tiba dipergoki oleh Pak Harun. Karena melihat posisi mereka dari kejauhan, Pak Harun langsung salah paham dan menuduh mereka sedang melakukan tindakan tidak senonoh.

Meski Fattah dan Blade berusaha menjelaskan bahwa mereka hanya sedang mengatasi mata Blade yang kemasukan benda asing, Pak Harun tetap sulit percaya. Kesalahpahaman lucu tersebut menjadi penutup episode yang menghadirkan ketegangan sekaligus hiburan bagi penonton.

Pada episode berikutnya, hubungan Fattah dan Jolina diperkirakan akan semakin dekat setelah rahasia besar Jolina akhirnya terbongkar. Namun ancaman dari Edmund Johani dan konflik yang melibatkan Jordan Fernandez masih berpotensi menimbulkan masalah baru yang lebih besar. (Red)

Sumber: SCTV