Terikat Janji Episode 74: Davina Bongkar Rahasia Sena
Dalam episode 74 sinetron Terikat Janji, cerita berlanjut dari episode sebelumnya saat hubungan Davina dan Sena semakin rumit. Setelah Davina diam-diam merawat Sena yang sedang sakit, ia berharap pria itu mulai membuka hati dan kembali peduli kepadanya. Namun kenyataannya justru membuat Davina semakin bingung.
Di sisi lain, Jian mengalami kejadian menegangkan saat mobil yang dikendarainya tiba-tiba mengalami overheat di jalan yang sepi pada malam hari. Dalam kondisi panik dan takut karena tidak ada orang yang bisa dimintai bantuan, Jian berusaha menghubungi keluarganya dan Dipa. Sayangnya, tidak ada satu pun teleponnya yang diangkat.
Saat menunggu sendirian, Jian sempat didatangi seorang pria misterius yang mengaku menjadi korban begal. Meski pria itu meminta pertolongan, insting Jian mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Ia memilih mengunci diri di dalam mobil dan akhirnya berhasil menjauh sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Ketika situasi semakin membuatnya takut, Jian akhirnya menghubungi Reza. Tanpa banyak berpikir, Reza langsung datang menolong meski sempat diledek teman-temannya karena terlalu perhatian kepada Jian. Setelah memeriksa mobil tersebut, Reza menemukan radiator mobil dalam keadaan kosong sehingga menyebabkan mesin overheat.
Karena kondisi sudah larut malam dan tidak ada tempat yang buka untuk membeli air radiator, Reza menyarankan agar mobil ditinggalkan sementara dan diurus keesokan harinya. Jian pun pulang bersama Reza menggunakan motor. Dalam perjalanan, Jian mulai melihat sisi lain dari Reza yang selama ini dianggapnya hanya sebagai sopir biasa. Kepedulian dan perhatian Reza membuat Jian tersentuh, terlebih ketika Dipa yang merupakan tunangannya justru tidak bisa dihubungi saat dirinya berada dalam kesulitan.
Sementara itu, Sena mendatangi rumah Davina untuk mencarinya. Namun Davina sedang tidak berada di rumah. Informasi tersebut membuat Sena kembali pergi tanpa sempat bertemu. Tak lama kemudian, Davina yang baru pulang mengetahui bahwa Sena sempat mencarinya. Ia langsung berusaha menyusul dan akhirnya berhasil bertemu dengan Sena di jalan.
Pertemuan keduanya berlangsung cukup canggung. Sena mengucapkan terima kasih karena Davina telah merawatnya saat sakit. Meski awalnya Davina berusaha menutupi hal tersebut, Sena sudah mengetahui semuanya dari Reza.
Namun suasana berubah ketika Davina memberanikan diri menanyakan pistol yang pernah ia lihat di kamar Sena. Rasa penasaran yang selama ini dipendam akhirnya keluar. Davina bahkan sempat bercanda dan menduga Sena adalah seorang mafia atau polisi.
Pertanyaan itu membuat Sena terkejut. Pasalnya, pistol tersebut memang berkaitan dengan identitas aslinya yang selama ini masih ia rahasiakan. Beruntung bagi Sena, ia berhasil menyusun cerita untuk mengalihkan kecurigaan Davina.
Sena menjelaskan bahwa pistol itu adalah peninggalan almarhum kakeknya yang dahulu seorang polisi. Menurut pengakuannya, pistol tersebut sudah tidak aktif dan hanya dijadikan kenang-kenangan keluarga. Penjelasan itu akhirnya membuat Davina sedikit tenang dan percaya dengan cerita Sena.
Meski begitu, dalam hati Sena ia sadar kebohongan yang terus ia bangun suatu saat bisa menjadi masalah besar. Semakin banyak pertanyaan yang diajukan Davina, semakin sulit pula baginya menjaga rahasia identitasnya.
Di bagian lain, Danang yang sebelumnya jatuh ke sungai ternyata masih hidup. Ia berhasil menyelamatkan diri dan bersembunyi di sebuah hotel menggunakan identitas yang berbeda. Danang tampak menyimpan dendam besar kepada pihak-pihak yang menurutnya telah menghancurkan hidupnya. Ia juga mulai menyusun rencana balas dendam terhadap orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kondisinya saat ini.
Menjelang akhir episode, hubungan Davina dan Sena kembali memasuki fase yang membingungkan. Setelah pembicaraan soal pistol dan kondisi tangan Sena yang diperban, Davina merasa Sena kembali menjaga jarak darinya. Ia menganggap pria itu sudah tidak ingin melibatkannya dalam kehidupan pribadinya.
Namun kenyataannya berbeda. Saat Davina pulang, Sena diam-diam mengikuti mobilnya dari belakang untuk memastikan keselamatannya. Ketika Davina menyadari hal tersebut, emosinya akhirnya meledak.
Davina mengungkapkan bahwa perhatian dan perlindungan yang diberikan Sena membuatnya terus berharap. Di satu sisi Sena selalu hadir dan peduli, tetapi di sisi lain ia terus menyuruh Davina menjauh. Sikap itulah yang membuat Davina merasa bingung dan tersakiti.
Episode 74 pun ditutup dengan luapan perasaan Davina yang akhirnya tidak lagi bisa ia pendam. Sementara Sena hanya bisa terdiam karena ia sendiri masih terjebak dalam rahasia besar yang belum bisa diungkapkan kepada wanita yang dicintainya. (Red)
Sumber: RCTI


