Episode 71 Terikat Janji melanjutkan ketegangan dari episode sebelumnya saat hubungan Davina dan Sena masih berada di titik terendah. Setelah memilih menjauh demi menghormati keinginan Sena, Davina justru kembali dipertemukan dengan pria itu dalam situasi yang tidak terduga.

Di awal cerita, kondisi Sena memburuk karena demam tinggi. Reza yang panik mencoba merawat sahabatnya dan akhirnya menghubungi Davina. Meski sempat menolak dan berusaha melupakan Sena, hati Davina ternyata tidak tega melihat pria yang pernah dekat dengannya itu sakit sendirian.

Davina akhirnya datang diam-diam ke rumah Sena. Saat melihat Sena terbaring lemah, Davina tidak bisa menyembunyikan rasa pedulinya. Ia mengompres Sena, mencarikan obat, dan memastikan suhu tubuh Sena perlahan turun. Namun Davina berusaha agar keberadaannya tidak diketahui karena takut Sena marah jika mengetahui dirinya datang.

Di sisi lain, Jihan mulai merasa ada yang aneh dengan sikap Dipa. Tunangan yang selama ini selalu terlihat perhatian itu mendadak membatalkan rencana bersama dengan alasan urusan penting. Kecurigaan Jihan semakin besar setelah mengingat ucapan Reza bahwa pria yang benar-benar mencintai pasangannya akan selalu berusaha meluangkan waktu.

Sementara itu, Om Novan mendatangi Dipa untuk meminta penjelasan terkait kedekatannya dengan Davina. Sebelumnya Davina telah mengungkapkan bahwa Dipa terus mencoba mendekatinya meski sudah bertunangan dengan Jihan.

Dalam pertemuan tersebut, Novan memberikan peringatan keras kepada Dipa. Ia tidak ingin Dipa mempermainkan perasaan kedua putrinya. Namun Dipa berusaha mengelak dan menyatakan bahwa dirinya hanya mencintai Jihan serta berniat menikahinya. Di balik sikap tenangnya, Dipa sebenarnya mulai kesal karena merasa Novan ikut campur terlalu jauh dalam urusannya.

Konflik semakin menarik saat Davina menemukan sesuatu yang mengejutkan di rumah Sena. Ketika mencari obat penurun panas, ia tanpa sengaja membuka laci dan menemukan sebuah pistol yang disembunyikan dengan rapi.

Penemuan itu langsung membuat Davina syok. Berbagai kemungkinan buruk muncul di pikirannya. Ia mulai menghubungkan pistol tersebut dengan rasa sakit hati Sena setelah dihina oleh Novan dan Dipa. Bahkan Davina sempat membayangkan skenario mengerikan, mulai dari aksi balas dendam hingga perampokan bersenjata.

Bayangan Davina semakin liar ketika ia membayangkan Sena mempertemukan Dipa dan Novan di sebuah tempat terpencil lalu mengancam mereka menggunakan pistol. Dalam khayalannya, Sena terlihat begitu marah dan siap membalas semua penghinaan yang pernah diterimanya.

Namun setelah mencoba berpikir lebih tenang, Davina menepis semua dugaan tersebut. Ia meyakinkan dirinya bahwa Sena bukan orang seperti itu. Baginya, Sena adalah sosok yang memiliki harga diri tinggi. Bahkan saat hubungan mereka berakhir, Sena mengembalikan semua barang pemberian Davina tanpa mengambil keuntungan sedikit pun.

Meski begitu, rasa penasaran Davina tidak hilang. Sebelum pulang, ia mencoba mencari informasi dari Reza tentang masa lalu Sena. Dengan hati-hati Davina bertanya mengenai pekerjaan, kebiasaan, hingga kemampuan Sena.

Reza yang berusaha menjaga rahasia sahabatnya menjawab sekenanya. Ia hanya mengatakan bahwa Sena pernah bekerja serabutan dan memiliki banyak kemampuan. Namun satu jawaban membuat Davina semakin penasaran, yaitu ketika Reza menyebut Sena sangat jago menembak.

Untungnya Reza segera menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah menembak burung di kampung menggunakan senapan angin. Meski begitu, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kegelisahan Davina mengenai pistol yang ditemukan di kamar Sena.

Menjelang akhir episode, kondisi Sena mulai membaik dan demamnya turun. Saat terbangun, ia merasa ada sesuatu yang janggal. Sena menyadari sapu tangan yang digunakan untuk mengompresnya sangat familiar.

Kecurigaannya terbukti ketika Reza akhirnya mengaku bahwa Davina datang diam-diam untuk merawatnya. Pengakuan itu membuat Sena terdiam. Ia akhirnya mengetahui bahwa di balik sikap dingin dan jarak yang diciptakan, Davina masih sangat peduli kepadanya.

Namun ketenangan tersebut tidak berlangsung lama. Sena langsung teringat bahwa Davina sempat menanyakan berbagai hal tentang dirinya, termasuk soal kemampuan menembak. Hal itu membuatnya mulai khawatir jika Davina menemukan sesuatu yang seharusnya tetap menjadi rahasia.

Episode 71 ditutup dengan sejumlah pertanyaan besar yang belum terjawab. Apa sebenarnya rahasia di balik pistol yang ditemukan Davina? Apakah Sena menyimpan masa lalu yang selama ini tidak diketahui siapa pun? Dan mampukah Dipa menjalankan rencananya setelah mendapat peringatan keras dari Novan?

Jawaban dari misteri tersebut diperkirakan akan menjadi fokus utama pada episode berikutnya. (Red)

Sumber: RCTI