Dalam Terikat Janji episode 68, cerita berlanjut dari episode sebelumnya saat hubungan Davina dan Sena masih berada di titik paling rumit. Setelah memilih menjauh demi melindungi Davina, Sena berusaha fokus pada tugas penting yang sedang dijalankannya. Namun di sisi lain, Davina justru semakin sulit melupakan Sena.

Davina mendatangi rumah lama yang dulu ditempati Sena bersama keluarganya. Rumah yang selama ini penuh tawa dan kebersamaan itu kini terasa kosong. Di tempat tersebut, Davina mengenang banyak momen yang pernah membuatnya merasa nyaman dan tenang. Kesepian yang dirasakannya menunjukkan bahwa perasaannya kepada Sena masih belum hilang.

Sementara itu, Sena tetap berusaha menghibur Davina meski dari kejauhan. Dengan caranya yang sederhana, Sena membuat minuman dan makanan khusus untuk mengangkat suasana hati Davina. Tingkah lucunya berhasil membuat Davina tersenyum kembali setelah beberapa waktu terus diliputi kesedihan.

Di tengah situasi tersebut, Dipa kembali menunjukkan obsesinya kepada Davina. Saat Davina datang ke kawasan perumahan untuk melihat rumah yang pernah ditempati Sena, Dipa tiba-tiba muncul. Awalnya ia menawarkan diri membeli rumah itu dengan harga lebih tinggi. Namun percakapan mereka berubah menjadi tidak nyaman ketika Dipa mulai mengungkapkan perasaannya secara terang-terangan.

Dipa bahkan mengaku siap meninggalkan siapa pun demi Davina, termasuk Jihan yang saat ini menjadi tunangannya. Pengakuan itu membuat Davina geram. Tanpa ragu, Davina langsung memberikan tendangan keras kepada Dipa sebagai bentuk penolakan atas sikapnya yang dianggap keterlaluan. Meski sudah dipermalukan, Dipa tetap belum menyerah dan bahkan berniat membeli rumah di sekitar lokasi tersebut agar bisa menjadi tetangga Davina.

Usai kejadian itu, Davina semakin yakin bahwa Jihan harus mengetahui sifat asli Dipa. Ia bertekad mencari bukti agar adiknya tidak terus dibutakan oleh janji manis pria tersebut.

Di sisi lain, konflik keluarga juga semakin berkembang. Davina mencoba memperingatkan Jihan tentang perilaku Dipa yang terus berusaha menggodanya. Namun seperti sebelumnya, Jihan sama sekali tidak percaya. Ia justru menuduh Davina iri terhadap hubungan yang sedang dijalaninya bersama Dipa. Perdebatan kakak beradik itu berakhir tanpa hasil karena Jihan tetap membela tunangannya.

Sementara itu, Angga bertemu dengan ibunya untuk membahas pencarian Rian yang masih menjadi misteri besar keluarga mereka. Dalam pertemuan tersebut, Angga akhirnya mengungkap fakta mengejutkan. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, Rian ternyata pernah difitnah berselingkuh hingga membuat Novan memaksanya pergi jauh.

Kabar itu membuat sang ibu sangat terpukul. Selama ini ia yakin Rian bukan sosok yang mampu melakukan pengkhianatan seperti yang dituduhkan. Angga pun menjelaskan bahwa ada pihak tertentu yang sengaja menjebak Rian. Meski belum mengetahui siapa pelakunya, Angga berjanji akan terus mencari keberadaan Rian dan membawanya pulang.

Di jalur cerita lain, operasi penyelidikan patung Ganesa juga mulai memasuki tahap penting. Sena dan timnya mempersiapkan langkah besar yang akan dilakukan keesokan harinya. Mereka berusaha mengumpulkan berbagai informasi dan melacak pihak-pihak yang diduga terlibat dalam transaksi tersebut.

Menariknya, muncul sosok baru bernama Raffi. Tanpa diketahui banyak orang, Raffi diminta mendekati Davina. Rencana itu ternyata diketahui Sena melalui penyelidikan yang dilakukan Bilal. Mendengar ada pria lain yang akan mendekati Davina, ekspresi Sena langsung berubah serius, menandakan perasaannya terhadap Davina masih sangat kuat meski berusaha menjauh.

Episode 68 ditutup dengan sejumlah pertanyaan besar. Akankah Jihan akhirnya membuka mata dan melihat wajah asli Dipa? Siapa dalang yang memfitnah Rian hingga membuatnya menghilang selama bertahun-tahun? Dan mampukah Sena menahan perasaannya saat pria lain mulai mendekati Davina?

Jawabannya akan berlanjut pada episode berikutnya yang dipastikan semakin penuh emosi dan kejutan. (Red)

Sumber: Youtube RCTI