Terikat Janji Episode 67. Hubungan Davina dan Sena yang retak setelah berbagai kesalahpahaman di episode sebelumnya masih menyisakan luka mendalam. Setelah Sena memilih menjauh dan mengembalikan semua yang pernah diberikan kepadanya, Davina mulai menyadari bahwa pria itu selama ini selalu hadir membantunya di saat sulit. Perasaan bersalah membuat Davina tidak bisa tinggal diam.
Di sisi lain, Sena bersama timnya terus melanjutkan penyelidikan besar terkait perdagangan patung Ganesa yang selama ini menjadi target mereka. Sebuah perkembangan penting terjadi ketika Jessica berhasil menemukan akun baru di dark web bernama Pink Dolphin, seorang calon pembeli asal Indonesia yang menawarkan harga fantastis hingga 7 juta dolar untuk patung tersebut. Temuan itu membuka peluang besar bagi tim untuk memancing pelaku utama agar muncul dan melakukan transaksi secara langsung.
Sementara itu, Davina masih terus memikirkan Sena. Setelah mengetahui dari perawat bahwa Sena lah yang membawanya ke rumah sakit saat pingsan, rasa terima kasih sekaligus penyesalan semakin menghantuinya. Ia merasa sudah terlalu banyak menerima bantuan dari Sena dan kini ingin melakukan sesuatu untuk membalas kebaikan pria tersebut.
Tekad itu membuat Davina mencari cara agar bisa kembali bertemu Sena. Karena tidak mengetahui alamat tempat tinggal baru Sena, ia berusaha mendapatkan nomor telepon Reza. Dengan alasan ingin menawarkan produk makanan sisa pameran, Davina akhirnya berhasil menghubungi Reza dan tanpa sengaja mengetahui bahwa Reza, Dion, dan Sena kini tinggal bersama dalam satu rumah sederhana di Jakarta Timur.
Keesokan harinya, Davina membeli berbagai produk makanan dalam jumlah besar. Ia berniat mengantarkan semuanya ke rumah yang ditempati Sena bersama kedua sahabatnya. Dalam perjalanan, Davina terus diliputi rasa gugup. Ia takut Sena marah atau bahkan mengusirnya jika mereka kembali bertemu.
Sesampainya di lokasi, Davina terkejut melihat kondisi tempat tinggal baru Sena yang jauh berbeda dari kehidupan mewah yang pernah dimiliki pria itu. Rumah sederhana tersebut membuat Davina semakin yakin bahwa Sena sedang berjuang keras memulai hidup dari nol.


