Nama Tyo Nugros lagi ramai dibahas publik. Bukan karena aksi gilanya di belakang drum atau penampilan awet mudanya yang sering bikin netizen iri, melainkan karena dirinya mendadak batal berangkat ke Kuala Lumpur untuk tampil bersama Dewa 19 dalam konser “Dewa 19 Malam Cinta” yang digelar Juni 2026.
Kabar tersebut langsung menyita perhatian para penggemar. Apalagi, Tyo selama ini dikenal sebagai salah satu sosok yang selalu berhasil mencuri perhatian setiap kali naik panggung bersama Dewa 19. Namun kali ini, langkahnya harus terhenti di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Pencegahan ke luar negeri itu dilakukan atas permohonan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I terkait kewajiban kepada negara. Akibatnya, Tyo tidak bisa ikut terbang ke Malaysia dan posisi drummer untuk konser tersebut akhirnya diisi oleh Al Ghazali.
Meski kasus yang menimpanya sedang menjadi pembicaraan, banyak netizen justru kembali penasaran dengan sosok Tyo Nugros. Tak sedikit yang mencari tahu perjalanan hidup musisi yang sering dijuluki “vampir Indonesia” karena wajahnya yang dianggap nyaris tidak berubah sejak dulu.
Mengutip dari berbagai sumber, pria bernama lengkap Setyo Nugroho itu lahir di Jakarta pada 21 Desember 1970. Dunia musik sebenarnya bukan hal baru baginya. Darah seni sudah mengalir sejak kecil karena sang ayah, Budi Pras, juga merupakan seorang drummer.
Sejak muda, Tyo memang terlihat lebih tertarik pada musik dibanding bidang lainnya. Ia sempat menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI). Namun, jalannya ternyata mengarah ke tempat yang berbeda.
Saat banyak orang mengejar gelar akademik, Tyo justru memilih mengikuti passion-nya. Ia meninggalkan bangku kuliah dan berangkat ke Amerika Serikat untuk mendalami dunia musik secara lebih serius. Di Seattle, ia mengambil jurusan Music & Video Business, sebuah keputusan yang kemudian menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya.
Kalau bicara soal kehidupan pribadi, Tyo juga termasuk figur yang cukup unik. Di usia 55 tahun, ia masih nyaman menjalani hidup tanpa status pernikahan. Dalam beberapa kesempatan, Tyo pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah merasa harus menikah demi memenuhi standar tertentu.







