Setelah hubungan mereka sempat dipenuhi kesalahpahaman, Terikat Janji episode 120 menghadirkan momen romantis antara Sena dan Davina. Sena akhirnya memberanikan diri mengungkapkan perasaan yang selama ini ia simpan.

Episode dimulai saat Sena mengajak Davina kembali ke tempat yang menjadi awal kisah mereka. Sena mengingatkan Davina pada momen pertama kali mereka datang ke acara ulang tahun Kusumafood. Di tempat itu, Davina memperkenalkan Sena kepada keluarganya dan sejak saat itu hidup Sena mulai berubah.

Sena juga mengajak Davina menikmati ketoprak yang dulu pernah mereka makan bersama. Dengan cara sederhana, Sena berusaha menghidupkan kembali kenangan indah yang pernah mereka lalui.

Kejutan kemudian berlanjut saat Sena membawa Davina ke sebuah tempat yang sudah dihias dengan dekorasi romantis. Semua persiapan itu dibuat dengan bantuan Galih agar Sena bisa menyampaikan isi hatinya.

Di hadapan Davina, Sena meminta maaf karena selama ini belum bisa memberikan kepastian. Ia mengaku sering merasa takut dan terlalu banyak berpikir. Rasa khawatir kehilangan Davina membuatnya akhirnya sadar bahwa wanita itu sangat berarti dalam hidupnya.

Sena pun mengaku bahwa hubungan pura-pura yang mereka jalani perlahan berubah menjadi cinta yang tulus. Untuk pertama kalinya, ia mengatakan bahwa dirinya benar-benar mencintai Davina.

Meski begitu, Sena belum bisa langsung menjadikan Davina sebagai kekasihnya secara resmi. Ia masih harus menyelesaikan misi yang sedang dijalankan. Sena meminta waktu selama satu bulan untuk menuntaskan tugas tersebut sebelum memberikan kepastian kepada Davina.

Mendengar hal itu, Davina sempat khawatir target operasi Sena berkaitan dengan keluarganya. Namun Sena memastikan bahwa keluarganya tidak ada hubungannya dengan misi tersebut. Jawaban itu membuat Davina lega dan bersedia menunggu selama satu bulan.

Setelah suasana kembali tenang, Sena dan Davina menikmati makan malam bersama. Mereka saling bercanda dan berbicara lebih santai. Sena bahkan meminta agar mereka tidak lagi saling memanggil dengan sapaan formal, melainkan menggunakan panggilan “aku” dan “kamu” agar hubungan mereka terasa lebih dekat.

Saat Sena mengantar Davina pulang, keduanya juga saling meminta maaf atas pertengkaran yang pernah terjadi. Mereka sepakat untuk tidak lagi mengucapkan kata-kata yang bisa menyakiti perasaan satu sama lain.

Sementara itu, penyelidikan terhadap pelaku yang menyerang Melani mulai menemukan titik terang. Tim menduga pria bertopi dan bermasker yang terlihat di lokasi adalah Dipa. Dugaan itu bisa menjadi jalan untuk membongkar kejahatan yang selama ini dilakukannya.

Di sisi lain, Galih merasa bersyukur setelah menerima bayaran dari pekerjaan dekorasi yang ia kerjakan bersama teman-temannya. Sebagian uang tersebut ia sisihkan untuk mewujudkan impiannya memberangkatkan sang ibu umrah.

Menjelang akhir episode, Sena mengaku merasa lega setelah akhirnya jujur kepada Davina. Meski masih banyak rintangan yang harus dihadapi, ia bertekad akan memperjuangkan hubungan mereka dan menyelesaikan misinya. (Red)