Istri Korban Ungkap Kronologi Pembunuhan di Palu, Polisi Masih Buru Pelaku
Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan seorang ayah dan anak balita di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mulai menemukan titik terang. Istri korban yang selamat dari serangan akhirnya menceritakan kronologi kejadian saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam (26/7/2026) itu mengundang perhatian luas. Selain merenggut nyawa Jamil (30) dan putranya yang baru berusia dua tahun, Riski, kejadian tersebut juga membuat sang istri, Nur Hanisa (23), mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam.
Berdasarkan video yang diunggah akun Facebook Ulfi Julianita pada Senin (27/7/2026), Nur Hanisa mengaku awalnya melihat seseorang berada di area penggilingan ayam saat dirinya hendak menuju kamar mandi.
Tidak lama kemudian, orang tersebut masuk ke dalam rumah. Nur Hanisa mengaku sempat melihat wajah pelaku dengan jelas dan langsung menegurnya.
“Saat saya mau ke kamar mandi, saya lihat ada orang di lokasi gilingan. Tidak lama kemudian orang itu masuk ke rumah. Jelas saya lihat mukanya. Saya teriak, ‘Ngapain kamu kemari?’, tapi dia diam saja,” ungkapnya.
Beberapa saat kemudian, pelaku diketahui membawa dua bilah pisau pemotong ayam. Situasi berubah menjadi mencekam ketika pelaku melakukan penyerangan terhadap keluarga korban.
Dalam kondisi terluka, Nur Hanisa berusaha mencari telepon genggam untuk meminta pertolongan. Namun, ponselnya tidak ditemukan. Saat berada di dalam kamar, ia mendengar suara tetangga yang berteriak dari luar rumah.
“Saya dengar tetangga berteriak. Saya bilang suami saya ditusuk,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail Bobby, mengatakan polisi telah mengantongi identitas pelaku yang diketahui berinisial AK. Berdasarkan keterangan saksi, keributan dari rumah korban terdengar sekitar pukul 22.00 Wita.
Saksi bersama Ketua RT juga mengaku mendengar ancaman dari pelaku kepada Nur Hanisa agar tidak berteriak. Polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut.
“Belum diketahui penyebab pembunuhan. Namun pada sore hari sebelum kejadian, korban bersama pemilik pemotongan ayam pergi mengambil motor di rumah tersangka AK. Saat ini korban NA masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu dan kami sementara melakukan pengejaran terhadap tersangka. Tidak ada hubungan kekeluargaan antara tersangka dan korban. Mereka sama-sama karyawan di tempat pemotongan ayam,” jelas AKP Ismail Bobby.
Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap tersangka. Penyidik juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami motif yang melatarbelakangi aksi pembunuhan tersebut.
Kasus ini turut mendapat perhatian Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap Nur Hanisa segera pulih dari luka yang dialaminya.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum Jamil dan ananda Riski mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara Ibu Nur Hanisa diberikan kekuatan, kesembuhan, dan ketabahan,” ujar Anwar Hafid.
Gubernur juga meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut kasus ini hingga tuntas.
Menurutnya, pembunuhan yang menewaskan seorang ayah dan anak balita merupakan tindak kejahatan yang harus diproses sesuai hukum. Ia berharap pelaku segera diamankan sehingga keluarga korban mendapatkan keadilan.
Sampai saat ini, Nur Hanisa masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, sedangkan polisi terus memburu tersangka AK yang diduga melarikan diri usai kejadian. (Red)


