WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Jelang Muktamar PBNU, Dukungan untuk Nasaruddin Umar Menguat

Muh. Rifai
Forum Muda Alumni PMII Sulawesi Tengah menggelar dialog publik bertajuk "Menakar Peluang Kader PMII dalam Kontestasi Ketua Umum PBNU" di Kedai Aswaja, Kota Palu, Sabtu (25/7/2026) malam. Foto: Istimewa
A-AA+A++

Forum Muda Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menggelar dialog publik bertajuk “Menakar Peluang Kader PMII dalam Kontestasi Ketua Umum PBNU” di Kedai Aswaja, Kota Palu, Sabtu (25/7/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi tokoh Nahdlatul Ulama (NU), akademisi, dan alumni PMII untuk membahas arah kepemimpinan NU menjelang Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dialog tersebut menghadirkan Ketua PW LPPNU Sulawesi Tengah H.M. Amin Thahir, Ketua PW PERGUNU Sulawesi Tengah Nasarudin Kadir, akademisi Universitas Tadulako Dr. Nur Alamsyah, Ketua PCNU Kota Palu Dr. Rusdin Ahmad, akademisi UIN Datokarama Palu Mohammad Sadiq, serta diikuti pengurus NU, kader PMII, dan tokoh masyarakat.




Ketua PW PERGUNU Sulawesi Tengah, Nasarudin Kadir, mengatakan pembahasan mengenai Ketua Umum PBNU bukan hanya soal pergantian kepemimpinan organisasi. Menurutnya, NU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran besar dalam kehidupan berbangsa.

“Kita sedang bicara soal masa depan bangsa. Karena NU adalah salah satu ormas terbesar di Indonesia. Kalau kita bicara NU, tentu kita bicara soal masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PMII memiliki hubungan sejarah yang erat dengan NU. Meski dalam perjalanannya hubungan keduanya pernah mengalami pasang surut, PMII tetap menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi NU.

Nasarudin juga menilai kontestasi Ketua Umum PBNU tidak perlu dipandang sebagai pertarungan antarkubu. Menurutnya, dinamika politik di tubuh NU bersifat terbuka dan dapat menghasilkan kesepahaman demi kemajuan organisasi.

“Dinamika politik itu sangat cair. Bisa saja terjadi kesepahaman sepanjang untuk kemaslahatan dan masa depan NU,” katanya.

Sementara itu, akademisi Universitas Tadulako, Dr. Nur Alamsyah, mengingatkan bahwa kontestasi kepemimpinan PBNU harus dipahami sebagai upaya memilih pemimpin yang mampu melayani umat dan memperkuat organisasi, bukan sekadar memperebutkan jabatan. Ia juga menilai tokoh-tokoh NU dari luar Pulau Jawa memiliki peluang untuk memimpin PBNU.

Ketua PW LPPNU Sulawesi Tengah, H.M. Amin Thahir, berharap Muktamar PBNU mendatang berjalan lebih baik. Menurutnya, kepemimpinan NU harus tetap berlandaskan integritas, nilai keulamaan, dan kemaslahatan umat.