Sulawesi Tengah resmi memiliki penerbangan internasional langsung setelah rute Palu-Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok, mulai beroperasi melalui penerbangan perdana (inaugural charter flight) yang dilayani PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Momen ini menjadi langkah baru bagi daerah dalam memperluas konektivitas dengan pasar internasional.
Penerbangan perdana tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Kamis (6/8/2026). Ini menjadi operasional internasional pertama sejak bandara tersebut kembali menyandang status sebagai bandara internasional pada 2025.
Bagi Sulawesi Tengah, hadirnya rute langsung menuju Guangzhou bukan hanya soal bertambahnya jadwal penerbangan. Guangzhou dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan industri terbesar di Asia, sehingga konektivitas ini diperkirakan akan mempermudah arus investasi, perdagangan, hingga kunjungan wisatawan.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan pembukaan rute internasional tersebut merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bandara, hingga Garuda Indonesia.
“Ini adalah sejarah baru bagi Sulawesi Tengah. Penantian panjang masyarakat akhirnya terjawab. Melalui kerja sama semua pihak, malam ini kita berhasil membuka penerbangan internasional pertama dari Palu,” kata Anwar Hafid.
Menurutnya, penerbangan langsung Palu-Guangzhou menjadi pintu untuk memperluas kerja sama dengan berbagai negara. Tidak hanya di sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga pendidikan, budaya, hingga pariwisata.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sendiri telah menjalin kerja sama Sister Province dengan Provinsi Hainan dan Provinsi Sichuan di Tiongkok. Kedua daerah tersebut disebut menyambut baik hadirnya penerbangan langsung dari Palu karena diyakini akan mempererat hubungan ekonomi dan pertukaran budaya.
Selain sektor industri, Anwar juga ingin kekayaan wisata dan budaya Sulawesi Tengah semakin dikenal di tingkat internasional. Ia menilai daerahnya memiliki banyak potensi yang belum banyak diketahui wisatawan mancanegara.
“Kami ingin dunia mengenal Sulawesi Tengah, bukan hanya karena industrinya, tetapi juga karena pariwisata, budaya, dan warisan sejarahnya,” ujarnya.
Dari sisi maskapai, Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Thomas Sugiarto Oentoro menilai Sulawesi Tengah merupakan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Karena itu, pembukaan rute ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas pelaku usaha sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.







