Dalam episode 80 sinetron Terikat Janji, kisah yang sebelumnya berkembang semakin menarik. Setelah hubungan Davina dan Sena kembali mencair usai berbagai kesalahpahaman, keduanya kini mulai menikmati kebersamaan tanpa harus berpura-pura menjadi pasangan. Namun di balik momen manis tersebut, rahasia besar Sena justru semakin terancam terbongkar.

Davina masih belum bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah Sena resmi bekerja di Kusuma Food sebagai Manajer CSR atas bantuan Novan Kusuma. Kepada sahabatnya, Tara, Davina mengaku bersyukur karena kini Sena tidak lagi menghindarinya. Meski masih belum memiliki status hubungan yang jelas, Davina memilih menjalani semuanya dengan santai dan menyerahkan urusan jodoh kepada takdir.

Di hari pertama Sena bekerja, ia langsung memanfaatkan posisinya untuk mendalami berbagai program CSR yang selama ini dijalankan Kusuma Food. Dari hasil penelusurannya, Sena menemukan bahwa perusahaan rutin menyalurkan dana miliaran rupiah ke sejumlah yayasan milik Dipa Andika. Temuan tersebut semakin memperkuat kecurigaannya bahwa ada sesuatu yang janggal di balik jaringan bisnis keluarga Andika.

Sementara itu, situasi Warung Sunda Asri semakin memanas setelah lokasi usaha tersebut disegel oleh pihak kepolisian. Para karyawan mulai kebingungan karena Danang menghilang dan tidak diketahui keberadaannya. Mira akhirnya mengakui bahwa Danang sempat menghubunginya untuk meminta uang hasil penjualan warung, namun permintaan itu ditolaknya karena takut terlibat masalah hukum.

Di sisi lain, Davina yang sedang berbunga-bunga memberanikan diri mengajak Sena makan siang berdua. Momen sederhana itu menjadi pengalaman baru bagi Davina yang selama ini terbiasa hidup mewah. Ia bahkan rela meninggalkan mobil dan memilih berboncengan motor bersama Sena agar tidak terjebak macet.

Perjalanan mereka berlangsung penuh tingkah lucu. Davina yang awalnya canggung akhirnya memeluk Sena erat saat motor yang mereka tumpangi beberapa kali berguncang di jalan. Bagi Davina, itu menjadi langkah kecil untuk lebih memahami kehidupan Sena yang jauh berbeda dari dunianya.

Namun tanpa mereka sadari, seseorang memperhatikan kedekatan tersebut. Danang yang sedang bersembunyi melihat Davina bersama Sena di sebuah SPBU. Ia mulai menyimpan dendam terhadap polisi yang dianggap telah menghancurkan hidupnya. Ketika mengetahui ada perempuan yang dekat dengan Sena, Danang mulai memikirkan cara untuk membalas semuanya dengan menyakiti orang-orang di sekitar polisi tersebut.

Di restoran tempat mereka makan siang, hubungan Davina dan Sena semakin hangat. Davina meminta Sena berhenti memanggilnya “Mbak” dan mulai memanggil namanya secara langsung. Meski terlihat sederhana, permintaan itu membuat hati Davina berbunga-bunga karena merasa jarak di antara mereka semakin dekat.

Akan tetapi, di balik kebahagiaan itu, Davina sebenarnya mulai menginginkan kepastian. Ia mengaku pada dirinya sendiri bahwa meski pernah mengatakan tidak mengejar status hubungan, ia tetap berharap suatu saat Sena memberikan kejelasan mengenai hubungan mereka. Untuk sementara, Davina memutuskan bersabar dan memberi waktu.

Ketegangan muncul ketika Davina menemukan lencana polisi yang tanpa sengaja terjatuh dari barang milik Sena. Temuan itu membuatnya kembali curiga bahwa Sena sebenarnya bukan tukang ketoprak biasa seperti yang selama ini ia kenal.

Sena yang panik segera mencari cara untuk menyelamatkan penyamarannya. Dengan bantuan rekannya, Yusuf, sebuah skenario dadakan dibuat agar Davina percaya bahwa lencana tersebut milik polisi lain yang kebetulan makan di restoran yang sama. Rencana itu berhasil dan Davina akhirnya mengurungkan kecurigaannya, meski masih menyimpan banyak pertanyaan di dalam hati.

Di tengah penyelidikannya, Sena juga memperoleh informasi penting dari Davina mengenai keluarga Andika. Ia mengetahui bahwa hubungan bisnis Kusuma Food dengan Dipa berawal dari Arman Andika, ayah Dipa, yang selama ini lebih banyak berada di luar negeri. Informasi tersebut membuat Sena menduga bahwa Arman mungkin menjadi sosok yang selama ini melindungi berbagai aktivitas Dipa sehingga sulit disentuh hukum.

Sementara itu, Jihan sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan memilih gaun pengantin. Karena Dipa tidak bisa menemaninya, Jihan terpaksa meminta bantuan Reza untuk memberikan pendapat. Reza yang selama ini dikenal setia dan sigap kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membantu Jihan mencoba berbagai gaun.

Meski terus menegaskan bahwa Reza hanyalah sopirnya, Jihan beberapa kali terlihat nyaman berada di dekat pria tersebut. Bahkan ketika mencoba gaun dan jas pasangan, Jihan meminta Reza mengenakan jas pengantin agar ia bisa melihat kecocokan busana yang dipilihnya.

Tanpa disadari, kebersamaan itu membuat Jihan mulai melihat sisi lain dari Reza. Saat mengenakan jas pengantin, Reza tampak berbeda hingga membuat Jihan sesaat terpukau. Namun ia segera mengingatkan dirinya bahwa tunangannya tetap Dipa Andika, seorang pengusaha kaya yang dianggap jauh lebih pantas dibandingkan Reza.

Menjelang akhir episode, ketegangan kembali meningkat. Davina masih belum sepenuhnya menghilangkan rasa curiganya terhadap Sena. Di sisi lain, Sena harus terus menjaga identitas aslinya sebagai polisi agar misi membongkar kejahatan Dipa Andika tidak gagal.

Sementara Danang mulai menyusun rencana balas dendam, ancaman terhadap Davina dan orang-orang di sekitar Sena perlahan semakin nyata. Rahasia besar yang selama ini berhasil disembunyikan juga tampaknya semakin sulit untuk ditutupi.

Apakah Davina akhirnya akan mengetahui identitas asli Sena? Mampukah Sena menyelesaikan misinya sebelum Danang bertindak lebih jauh? Dan apakah hubungan Davina serta Sena akan berubah menjadi hubungan yang lebih serius?

Jawabannya akan terungkap di episode berikutnya. (Red)

Sumber: RCTI