Harga emas (XAU/USD) melonjak setelah rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja. Setelah data dirilis pada Jumat, 7 Agustus 2026, harga emas bergerak naik hingga mencapai level tertinggi sekitar US$4.368 per troy ounce, memperkuat momentum bullish di pasar logam mulia.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa jumlah tenaga kerja nonpertanian justru turun 23.000 pada Juli 2026. Data tersebut menjadi kejutan bagi pasar karena menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan tenaga.
Selain penurunan jumlah pekerjaan, tingkat pengangguran AS berada di 4,1 persen pada Juli dengan jumlah pengangguran sekitar 6,9 juta orang. Kedua angka tersebut tidak banyak berubah dari bulan sebelumnya.
Namun, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada data Juli. BLS juga melakukan revisi besar terhadap data tenaga kerja sebelumnya. Pertumbuhan lapangan kerja pada Mei direvisi turun 66.000, dari 129.000 menjadi 63.000 pekerjaan.
Data Juni juga direvisi turun 37.000, dari sebelumnya 57.000 menjadi hanya 20.000 pekerjaan. Dengan revisi tersebut, jumlah pertumbuhan lapangan kerja pada Mei dan Juni secara gabungan menjadi 103.000 lebih rendah dibandingkan laporan sebelumnya.
Rangkaian data tersebut membuat kondisi pasar tenaga kerja AS terlihat lebih lemah dari perkiraan sebelumnya. Reaksi pasar pun langsung terlihat pada harga emas yang bergerak naik dan mencapai US$4.368 setelah rilis NFP.
Pelemahan pasar tenaga kerja dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan Federal Reserve. Jika pertumbuhan lapangan kerja melemah, pasar dapat meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Ekspektasi terhadap suku bunga menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas. Ketika peluang penurunan suku bunga meningkat, imbal hasil aset berbasis dolar berpotensi turun. Kondisi tersebut biasanya memberikan dukungan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Selain itu, pelemahan dolar AS juga dapat membuat emas lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar. Karena itu, reaksi harga emas setelah NFP menjadi perhatian pasar untuk melihat apakah kenaikan tersebut dapat bertahan atau hanya menjadi lonjakan sementara.






