Harga emas dunia tertekan cukup dalam pada perdagangan Senin, 14 September 2026. Ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan pekan ini membuat investor mengurangi minat terhadap aset safe haven tersebut.
Reuters melaporkan harga spot gold turun sekitar 1,8 persen menjadi US$4.271,59 per troy ounce pada pukul 09.28 EDT atau 13.28 GMT. Level tersebut menjadi posisi terendah emas dalam lebih dari satu bulan.
Kontrak futures emas Amerika Serikat juga melemah sekitar 2,2 persen menjadi US$4.311,20 per troy ounce.
Tekanan utama datang dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Data inflasi AS pada Agustus menunjukkan Consumer Price Index (CPI) naik 0,4 persen, lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Data tersebut membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve mencapai sekitar 89 persen.
Kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika imbal hasil aset berbasis dolar meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan dana ke instrumen tersebut.
Harga minyak yang meningkat tajam juga menambah tekanan. Kenaikan tersebut terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.
Bagi pasar emas, kombinasi minyak yang lebih mahal, inflasi lebih tinggi dan dolar yang menguat menjadi sentimen yang kurang menguntungkan.
Dalam perdagangan Senin, emas sempat turun di bawah US$4.300 per troy ounce. Untuk XAUUSD, level tersebut menjadi area psikologis yang diperhatikan trader.
Jika tekanan berlanjut dan harga bertahan di bawah US$4.300, pelaku pasar akan mencermati area support berikutnya. Sebaliknya, apabila harga kembali menembus US$4.300, perhatian akan beralih pada peluang pemulihan menuju resistance berikutnya.
Meski demikian, level teknikal tidak dapat dianggap sebagai kepastian arah harga. Pasar emas dapat bergerak cepat ketika data ekonomi AS atau pernyataan pejabat Federal Reserve keluar.
Keputusan The Fed pada pekan ini menjadi katalis utama. Investor juga akan mencermati arah inflasi, pergerakan dolar AS dan perkembangan geopolitik.





