Harga gold atau XAU/USD kembali menguat setelah sempat mengalami tekanan akibat data inflasi Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, harga emas spot tercatat naik lebih dari 1 persen dan berada di sekitar US$4.385,14 per troy ounce.
Data tersebut merupakan harga yang dilaporkan Reuters dalam perdagangan Jumat dan dapat berubah mengikuti pergerakan pasar.
Penguatan ini terjadi setelah pasar mencerna data inflasi AS terbaru. CPI AS untuk Agustus menunjukkan inflasi tahunan sebesar 3,4 persen. Sementara inflasi inti naik 0,3 persen secara bulanan dan 2,4 persen secara tahunan.
Data tersebut justru meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga dalam pertemuan 15–16 September mendatang.
Menurut data yang dikutip Reuters dari CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga meningkat menjadi sekitar 85 persen setelah data inflasi dirilis.
Kenapa Gold Bisa Naik?
Secara teori, kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi gold. Emas tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga menjadi kurang menarik ketika aset berbasis dolar menawarkan tingkat imbal hasil lebih tinggi.
Namun, pergerakan pasar tidak selalu berjalan satu arah.
Setelah harga emas mengalami penurunan, sebagian investor justru kembali melakukan pembelian ketika harga dianggap lebih menarik. Kondisi inilah yang ikut mendorong rebound gold pada Jumat.
Reuters mencatat harga emas sebelumnya mengalami tekanan dan masih berada dalam posisi turun sekitar 1 persen sepanjang pekan, meskipun pada perdagangan Jumat berhasil rebound.
US$4.300 Masih Jadi Perhatian
Bagi trader XAUUSD, area US$4.300 menjadi salah satu level psikologis yang perlu diperhatikan.
Harga yang mampu bertahan di atas area tersebut dapat menjaga peluang pemulihan. Sebaliknya, tekanan jual yang kembali membawa harga di bawah area tersebut bisa membuka ruang koreksi lebih lanjut.
Namun, level teknikal bukan jaminan arah harga.
Pergerakan gold berikutnya akan sangat bergantung pada dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, ekspektasi suku bunga dan kondisi geopolitik.
Fokus Berikutnya ke The Fed
Setelah CPI dirilis, perhatian pasar kini bergeser ke keputusan Federal Reserve.




