Skrol untuk membaca pos

Emas Malah Menguat Setelah Fed Naikkan Suku Bunga

Muh. Rifai
Foto: Creative Ai
A-AA+A++

Harga emas kembali menguat setelah sempat jatuh usai Federal Reserve Amerika Serikat menaikkan suku bunga. Kondisi ini membuat pergerakan emas terlihat seperti tidak terlalu memedulikan kenaikan bunga AS, padahal secara teori kebijakan tersebut biasanya menjadi tekanan bagi logam mulia.

The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% pada 16 September 2026. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2023.

Di saat yang sama, The Fed masih membuka peluang kenaikan berikutnya karena inflasi AS belum kembali ke target 2%. Sebanyak 16 dari 18 pejabat Fed memperkirakan setidaknya masih ada satu kenaikan suku bunga pada 2026.

Namun, pasar emas justru memberikan reaksi yang berbeda.

Setelah sempat tertekan cukup dalam, harga emas kembali melonjak lebih dari 2% dan bergerak menuju area US$4.360 per troy ounce.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor tidak hanya melihat keputusan suku bunga. Ada sejumlah faktor lain yang ikut menentukan arah emas.

Salah satunya adalah keputusan kenaikan bunga yang sebenarnya sudah diperkirakan pasar.

Kenaikan 25 basis poin bukan kejutan besar. Karena sudah diantisipasi, sebagian dampaknya kemungkinan telah tercermin dalam harga sebelum keputusan FOMC diumumkan.

Hal itu membuat perhatian investor kemudian beralih kepada apa yang terjadi setelah keputusan tersebut.

Dolar AS menjadi salah satu faktor yang paling terlihat.

Setelah sempat menguat ketika The Fed mengumumkan kenaikan bunga, dolar kemudian kembali melemah. Kondisi ini memberikan ruang bagi emas untuk naik karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar.

Ketika dolar melemah, emas menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Kondisi tersebut dapat membantu meningkatkan daya tarik emas di pasar global.

Pergerakan yield Treasury AS juga ikut memberikan dukungan.

Secara sederhana, kenaikan suku bunga seharusnya membuat aset berbunga seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Namun, setelah keputusan The Fed, yield Treasury 10 tahun justru turun ke sekitar 4,94% pada 17 September.

Perubahan tersebut mengurangi sebagian tekanan terhadap emas. Ketika yield turun, biaya peluang untuk memegang emas juga menjadi relatif lebih rendah.

Berita Lainnya

Fed Naikkan Bunga, Harga Emas Dunia Mulai Tertekan
Fed Naikkan Suku Bunga, Warsh Masih Hawkish: Apa Dampaknya ke Harga Emas?
Emas Dunia Anjlok, Pasar Bersiap Hadapi Keputusan The Fed
Gold (XAU/USD) Rebound ke US$4.385 Setelah CPI AS, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
XAUUSD Setelah CPI AS, Apakah Masih Berpeluang Naik?
Harga Gold Hari Ini Naik, Pasar Menunggu Data CPI AS dan Arah XAUUSD