Data World Gold Council menunjukkan ETF emas fisik global menerima arus dana masuk sebesar US$18 miliar pada Agustus 2026. Total kepemilikan emas ETF naik 121 ton menjadi rekor 4.189 ton, sedangkan aset kelolaan meningkat 16% menjadi sekitar US$615 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat investasi terhadap emas masih cukup kuat.
Hubungan antara suku bunga dan emas pada akhirnya memang tidak selalu sederhana.
Ketika bunga naik, emas bisa tertekan. Namun jika pada saat yang sama dolar melemah, yield turun, risiko global meningkat dan permintaan emas tetap kuat, harga emas masih bisa bergerak naik.
Analisis Teknikal
Berdasarkan data chart XAUUSD H1 pada perdagangan 18 September 2026 pukul 14.56 WITA, harga emas berada di sekitar US$4.390,48.
Harga tersebut menunjukkan pemulihan yang cukup kuat dibandingkan posisi sekitar US$4.270 pada perdagangan sebelumnya. XAUUSD juga sudah kembali berada di atas US$4.300.
Area US$4.388,58 menjadi level yang sedang diuji.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, resistance berikutnya berada di sekitar US$4.402,15. Setelah itu, perhatian dapat mengarah ke US$4.415,90.
Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas US$4.388 dan kembali terkoreksi, support terdekat berada di sekitar US$4.338,58.
Jika tekanan berlanjut, area US$4.319,10 menjadi support berikutnya, dengan US$4.305,90 sebagai area support yang lebih rendah.
Untuk sementara, struktur H1 masih menunjukkan momentum pemulihan. Namun, pergerakan berikutnya tetap perlu dikonfirmasi karena arah dolar dan yield Treasury dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar emas.
Dengan demikian, kenaikan emas setelah keputusan FOMC bukan berarti pasar mengabaikan The Fed.
Pergerakan tersebut lebih menunjukkan bahwa pasar sedang menimbang banyak faktor sekaligus. Kenaikan suku bunga memang memberikan tekanan, tetapi pelemahan dolar, turunnya yield Treasury, koreksi harga minyak dan kuatnya permintaan emas mampu memberikan penyeimbang.
Untuk beberapa sesi ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi AS, data tenaga kerja, yield Treasury, indeks dolar, harga minyak serta komentar pejabat The Fed. (Red)






