Faktor lain datang dari pasar minyak.
Harga energi sebelumnya menjadi salah satu sumber kekhawatiran karena kenaikan minyak dapat membuat inflasi bertahan lebih lama. Jika inflasi tetap tinggi, The Fed bisa memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Namun, harga minyak mulai terkoreksi.
Pada 18 September, harga Brent turun sekitar 2% menjadi US$102,53 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$100,04 per barel. Penurunan tersebut menjadi hari ketiga berturut-turut harga minyak melemah.
Jika tren penurunan harga energi berlanjut, tekanan inflasi dapat berkurang. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed berikutnya.
Jadi, apakah emas benar-benar mengabaikan The Fed?
Tidak juga.
The Fed tetap menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan arah harga emas. Hanya saja, pasar tidak melihat suku bunga secara terpisah.
Investor juga memperhatikan inflasi, dolar AS, yield Treasury, harga minyak, geopolitik dan arus permintaan emas.
Dalam situasi saat ini, beberapa faktor tersebut justru bergerak mendukung emas.
Dolar melemah, yield Treasury turun dan harga minyak mulai terkoreksi. Di sisi lain, ketidakpastian global masih membuat emas tetap dilirik sebagai salah satu aset lindung nilai.
Pasar juga mulai memikirkan apa yang akan dilakukan The Fed setelah September.
Proyeksi terbaru menunjukkan sebagian besar pejabat Fed masih memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan pada 2026. Namun, keputusan berikutnya tetap akan sangat bergantung pada data ekonomi yang keluar.
Karena itu, data inflasi dan tenaga kerja AS berikutnya akan menjadi perhatian pasar.
Jika inflasi kembali meningkat dan yield Treasury ikut naik, emas bisa kembali menghadapi tekanan.
Sebaliknya, jika inflasi mulai turun, harga minyak tetap terkendali dan yield kembali melemah, emas masih memiliki ruang untuk mempertahankan penguatannya.
Selain faktor makroekonomi, permintaan terhadap emas juga masih menjadi perhatian.
Pembelian bank sentral, aliran dana ETF dan permintaan dari pasar Asia dapat membantu menopang harga. Artinya, emas memiliki sumber permintaan yang tidak hanya bergantung pada arah suku bunga AS.






