Kenaikan hingga US$4.368 juga menunjukkan bahwa pasar merespons bukan hanya angka NFP Juli, tetapi keseluruhan gambaran pasar tenaga kerja AS. Penurunan lapangan kerja pada Juli ditambah revisi turun data Mei dan Juni memberikan sinyal bahwa pertumbuhan pekerjaan tidak sekuat laporan sebelumnya.
BLS mencatat beberapa sektor mengalami penurunan lapangan kerja pada Juli. Pendidikan pemerintah daerah kehilangan 50.000 pekerjaan, sementara perdagangan ritel berkurang 19.000 pekerjaan.
Sektor aktivitas keuangan juga mencatat penurunan 14.000 pekerjaan. Lapangan kerja di sektor tersebut bahkan telah turun 121.000 sejak mencapai puncaknya pada Mei 2025.
Sebaliknya, sektor kesehatan masih mencatat pertumbuhan dengan tambahan 22.000 pekerjaan pada Juli. Meski demikian, pertumbuhan tersebut lebih lambat dibandingkan rata-rata kenaikan bulanan selama 12 bulan sebelumnya yang mencapai 36.000 pekerjaan.
Pertumbuhan upah juga relatif moderat. Rata-rata pendapatan per jam seluruh pekerja sektor swasta nonpertanian berada di US$37,62 pada Juli, naik hanya 2 sen dalam sebulan. Dalam setahun, rata-rata pendapatan per jam meningkat 3,2 persen.
Data jam kerja juga tidak menunjukkan perubahan besar. Rata-rata jam kerja mingguan pekerja sektor swasta nonpertanian tetap 34,3 jam pada Juli.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang penting bagi pergerakan emas setelah NFP. Pasar kini memiliki alasan untuk kembali memperhatikan kemungkinan perubahan kebijakan Federal Reserve jika pelemahan pasar tenaga kerja berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Meski demikian, kenaikan harga emas tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi AS. Risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor lain yang dapat menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan dirinya percaya perang dengan Iran akan segera berakhir. Pernyataan tersebut sempat meningkatkan harapan terhadap penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.
Namun, ketegangan di kawasan masih tinggi. Seorang pejabat Saudi mengatakan beberapa faksi milisi Irak yang bekerja sama dengan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman berencana menyerang Arab Saudi dalam waktu dekat.
Perkembangan tersebut membuat risiko konflik regional tetap menjadi perhatian investor. Jika ketegangan meningkat, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dapat kembali bertambah.




