WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Dolar Menguat, Harga Emas Hadapi Risiko Penurunan Menuju US$3.800

Muh. Rifai
Cerative Ai
A-AA+A++

Harga emas dunia menghadapi tekanan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 28 Oktober 2026. Penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membayangi pergerakan XAU/USD, sementara level psikologis US$4.000 menjadi area utama yang perlu diperhatikan trader.

Berdasarkan data Reuters yang tersedia untuk 27 Oktober 2026, harga emas spot turun 0,3 persen menjadi US$4.003,59 per troy ounce. Angka tersebut merupakan data laporan Reuters, bukan kuotasi langsung saat ini.




Tekanan terhadap emas juga terlihat dari pergerakan dolar AS. Indeks dolar WSJ ditutup pada 97,12 pada 26 Oktober, menguat 0,29 persen. Sementara itu, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di level 5,00 persen berdasarkan data terakhir yang tersedia.

Kombinasi dolar yang menguat dan yield obligasi yang tinggi membuat emas menghadapi tantangan. Dolar yang lebih kuat meningkatkan biaya pembelian emas bagi pemegang mata uang lain, sedangkan kenaikan imbal hasil obligasi menambah daya tarik aset berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

FOMC Jadi Penentu Arah XAU/USD

Perhatian pasar tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 27–28 Oktober waktu AS. Keputusan suku bunga menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu volatilitas besar pada perdagangan emas.

Jajak pendapat Reuters terhadap 100 ekonom, sebagaimana tercantum dalam bahan analisis, menunjukkan mayoritas memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember menjadi perhatian pelaku pasar.

Prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dapat memperpanjang tekanan terhadap emas, terutama apabila pernyataan The Fed memperlihatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Sebaliknya, sinyal kebijakan yang lebih lunak berpotensi melemahkan dolar dan membuka peluang pemulihan harga emas.

Situasi geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga energi juga perlu dicermati. Kenaikan energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.

Analisis Teknikal: US$4.000 Jadi Area Kunci

Dari sisi teknikal, XAU/USD berada di sekitar US$4.000, level psikologis yang menjadi acuan penting untuk membaca arah pergerakan berikutnya.