Harga gold atau emas dunia kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.275 per troy ounce setelah dolar AS menguat dan imbal hasil Treasury kembali naik.
Mengacu pada data pasar yang dikutip Reuters, harga spot gold turun 0,1 persen menjadi US$4.274,90 per ounce pada 06.32 GMT. Dengan posisi tersebut, emas telah melemah lebih dari 2 persen sepanjang pekan. Sementara kontrak berjangka emas AS berada di sekitar US$4.310,30 per ounce.
Tekanan terhadap emas terutama datang dari perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor kini semakin memperhitungkan kemungkinan The Federal Reserve atau The Fed kembali menaikkan suku bunga dalam pertemuan Oktober.
Fundamental Gold: Sinyal Hawkish The Fed
Faktor fundamental utama yang membebani gold adalah meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS yang lebih ketat.
Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia Anna Paulson mengatakan pengembalian inflasi ke target 2 persen merupakan prioritas. Ia juga membuka kemungkinan adanya pengetatan tambahan apabila kondisi ekonomi berkembang sesuai perkiraannya.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams juga memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat masih mungkin diperlukan.
Pernyataan kedua pejabat tersebut muncul sekitar sepekan setelah The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.
Pasar kemudian meningkatkan perhatian terhadap pertemuan The Fed berikutnya. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga AS pada Oktober berada di kisaran 71 persen.
Ekspektasi tersebut menjadi tekanan bagi emas.
Gold merupakan aset yang tidak memberikan bunga. Ketika suku bunga dan yield obligasi meningkat, instrumen berbasis dolar yang memberikan imbal hasil menjadi relatif lebih menarik bagi investor.
Kenaikan ekspektasi suku bunga juga cenderung mendukung dolar AS. Karena emas diperdagangkan dalam dolar, penguatan greenback dapat membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Kondisi tersebut terlihat pada perdagangan pekan ini ketika dolar AS berada di jalur penguatan, sementara yield Treasury AS terus meningkat.







