Inflasi dan Harga Minyak Masih Jadi Risiko
Selain pernyataan pejabat The Fed, perkembangan harga energi juga menjadi perhatian pasar.
Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi. Jika tekanan harga bertahan tinggi, pasar dapat kembali memperkirakan kebijakan moneter AS akan dipertahankan lebih ketat.
Situasi ini menciptakan hubungan yang cukup kuat antara harga minyak, inflasi, yield Treasury, dolar AS dan XAU/USD.
Di satu sisi, inflasi biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, apabila inflasi yang tinggi justru mendorong bank sentral menaikkan suku bunga, emas dapat menghadapi tekanan karena tidak menghasilkan bunga.
Reuters mencatat kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa emas kesulitan mempertahankan momentum kenaikannya dalam beberapa sesi terakhir.
Analisis Teknikal XAU/USD
Dari sisi teknikal, tekanan jual masih menjadi perhatian setelah gold mengalami koreksi dari level sebelumnya.
Area US$4.235–US$4.241 menjadi zona support yang perlu diperhatikan. Jika area tersebut mampu bertahan, XAU/USD masih memiliki ruang untuk mencoba rebound menuju US$4.300.
Di atas level tersebut, zona US$4.318–US$4.347 menjadi area resistance yang perlu diperhatikan dalam pergerakan jangka pendek.
Jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas area tersebut, ruang pemulihan menuju US$4.385–US$4.406 kembali terbuka.
Sebaliknya, jika tekanan jual membawa XAU/USD menembus US$4.235, risiko koreksi lanjutan perlu diperhitungkan.
Sebagai tambahan, analisis teknikal RHB Research yang dikutip dalam laporan pasar terbaru melihat momentum koreksi emas masih cukup kuat. RHB juga menempatkan US$4.150 sebagai salah satu area retracement berikutnya, dengan US$4.400 sebagai resistance.
Apa yang Perlu Dipantau Trader Gold?
Pergerakan XAU/USD selanjutnya akan sangat bergantung pada perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.
Ada tiga faktor utama yang layak diperhatikan.
Pertama, pernyataan pejabat The Fed, terutama mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.
Kedua, data inflasi dan ekonomi Amerika Serikat, karena data tersebut dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter.
Ketiga, dolar AS dan yield Treasury, yang secara historis menjadi dua faktor penting dalam menentukan daya tarik emas.








