Harga emas dunia atau XAU/USD menghadapi tekanan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Kamis dini hari, 29 Oktober 2026, waktu Indonesia. Penguatan dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi Treasury membatasi daya tarik emas, sementara meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuka peluang lonjakan volatilitas.
Berdasarkan data Reuters yang tercantum dalam bahan pemantauan Radar XAU/USD, harga emas spot turun 0,4 persen menjadi US$4.000,52 per troy ounce pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 18.42 WITA. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga melemah 0,6 persen menjadi US$4.014,40 per troy ounce.
Angka tersebut merupakan harga pada waktu laporan, bukan kuotasi langsung pada Rabu, 28 Oktober. Pergerakan terbaru perlu diperiksa kembali sebelum digunakan sebagai dasar transaksi.
Dolar AS dan yield Treasury menekan emas
Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,3 persen dan mendekati level tertinggi dalam hampir dua minggu menurut laporan Reuters. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun tercatat 4,979 persen dalam laporan The Wall Street Journal pada 27 Oktober.
Kombinasi dolar yang menguat dan yield yang tinggi cenderung membebani emas. Dolar yang lebih mahal membuat emas kurang terjangkau bagi pembeli dengan mata uang lain, sedangkan emas tidak memberikan imbal hasil bunga seperti obligasi.
Tekanan pasar juga berkaitan dengan ekspektasi kebijakan moneter AS. Data dalam bahan pemantauan menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 82 persen menurut estimasi pasar yang dikutip Reuters. Angka tersebut merupakan probabilitas pasar, bukan keputusan resmi The Fed.
Apabila bank sentral memberikan sinyal kebijakan lebih ketat, dolar berpotensi menguat lebih lanjut dan memperbesar tekanan terhadap XAU/USD. Sebaliknya, pernyataan yang lebih lunak dapat membuka ruang pemulihan harga emas, terutama jika diikuti penurunan dolar dan yield Treasury.
Serangan Houthi menambah risiko energi
Ketidakpastian geopolitik meningkat setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan mencegat tiga rudal balistik dan empat drone yang diluncurkan kelompok Houthi ke wilayah timur dan selatan Arab Saudi pada 27 Oktober. Perkembangan ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan dan pasokan energi di kawasan Teluk.




