Skrol untuk membaca pos

XAU/USD Jelang CPI AS: Emas di US$4.160, Level Ini Jadi Penentu!

Muh. Rifai
Ilustrasi: Ai
A-AA+A++

Harga emas dunia bergerak di sekitar US$4.160 per troy ounce menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Data ini berpotensi memicu pergerakan tajam XAU/USD karena pasar menggunakannya untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) menjadwalkan publikasi CPI September 2026 pada pukul 08.30 waktu Eastern, atau pukul 19.30 WIB dan 20.30 WITA. Pelaku pasar akan mencermati inflasi utama dan inflasi inti untuk menilai apakah tekanan harga di Amerika Serikat masih bertahan.

Ekspektasi pasar memperkirakan CPI bulanan naik 0,6 persen dan inflasi tahunan mencapai 3,6 persen. Sementara itu, Core CPI diperkirakan meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan. Angka tersebut membuat hasil aktual menjadi penentu penting bagi pergerakan dolar AS dan emas.

Harga Emas Menguji Arah Berikutnya di Chart H4

Berdasarkan chart XAU/USD H4 pada platform trading, harga berada di sekitar US$4.160,37. Indikator RSI 14 tercatat 48,72, yang menunjukkan momentum belum memperlihatkan dominasi kuat dari pembeli maupun penjual.

Harga masih bergerak di sekitar area indikator Ichimoku, sedangkan garis rata-rata bergerak yang terlihat berada di atas harga saat ini. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan masih memerlukan konfirmasi, terutama jika harga belum mampu menembus resistance terdekat.

Pada chart yang dilampirkan, area US$4.228,53 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Di sisi bawah, US$4.143–US$4.125 menjadi area pemantauan awal, sedangkan US$4.066,50 merupakan support berikutnya yang ditandai pada grafik.

Level tersebut merupakan pembacaan teknikal dari screenshot, bukan jaminan harga akan bergerak menuju area tertentu setelah CPI dirilis.

Tiga Skenario XAU/USD Setelah CPI

1. Inflasi lebih tinggi dari perkiraan

Jika CPI dan terutama Core CPI melampaui ekspektasi, dolar AS dan imbal hasil Treasury berpotensi menguat. Kondisi ini dapat menambah tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Dalam skenario tersebut, trader dapat memantau apakah harga menembus area US$4.143–US$4.125. Jika tekanan jual berlanjut, US$4.066,50 menjadi area support berikutnya pada chart.