Hubungan Jihan dan Dipa kembali menjadi sorotan dalam sinetron Terikat Janji episode 72. Setelah pada episode sebelumnya Jihan mulai meragukan keseriusan Dipa karena belum juga menentukan tanggal pernikahan, kali ini keraguan itu sempat mereda. Namun tanpa sepengetahuan Jihan, Dipa justru menyimpan rahasia besar yang bisa mengubah segalanya.
Cerita berlanjut saat Jihan menghadiri acara bersama teman-temannya. Di sana, ia mendapat kabar mengejutkan bahwa Valeri akan segera menikah meski baru bertunangan. Percakapan itu membuat Jihan semakin memikirkan masa depannya bersama Dipa. Teman-temannya bahkan menyarankan agar Jihan segera meminta kepastian soal tanggal pernikahan agar tidak terus digantung.
Di sisi lain, tim yang dipimpin Jessica dan Sena terus mempersiapkan operasi penangkapan Danang terkait kasus pencurian Patung Ganesa. Mereka menemukan indikasi bahwa patung yang dibawa Danang kemungkinan hanyalah replika. Karena itu, tim memutuskan melibatkan kurator lain untuk memastikan keaslian benda bersejarah tersebut sekaligus menyusun strategi pengamanan agar kurator tidak menjadi sasaran anak buah Danang.
Menjelang malam, Dipa sebenarnya bersiap menuju lokasi transaksi Patung Ganesa. Namun rencananya terganggu ketika Jihan datang ke apartemennya dan mengajak berbicara serius. Jihan kembali membahas soal pernikahan mereka. Ia menunjukkan undangan pernikahan Valeri dan mengungkapkan keinginannya untuk segera mendapatkan tanggal pasti pernikahan agar bisa mempersiapkan seluruh kebutuhan acara sejak jauh hari.
Dipa yang sedang terdesak mencoba menenangkan Jihan. Ia bahkan membatalkan pertemuan penting demi membuat Jihan merasa diprioritaskan. Sikap Dipa itu membuat Jihan kembali yakin bahwa tunangannya benar-benar mencintainya dan serius ingin menikahinya.
Namun di balik perhatian yang ditunjukkan, Dipa justru semakin panik karena waktu menuju transaksi semakin sempit. Beberapa kali ia berusaha mencari kesempatan untuk menyuntikkan obat bius ke tubuh Jihan agar wanita itu tertidur dan tidak ikut campur dalam urusan yang sedang dihadapinya.
Sementara itu, Davina kembali dibuat penasaran oleh Sena. Setelah sebelumnya melihat pistol di rumah Sena, Davina menceritakan temuannya kepada Tara. Keduanya mencoba menebak-nebak alasan Sena memiliki senjata tersebut. Berbagai dugaan lucu muncul, mulai dari pistol replika hingga Sena yang disebut-sebut sebagai mafia. Meski terdengar konyol, rasa penasaran Davina terhadap identitas asli Sena semakin besar.


