Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap YTR (29), perempuan asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus menyita perhatian masyarakat. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, identitas terduga pelaku kini mulai beredar luas di media sosial dan memicu desakan agar aparat segera melakukan penangkapan.

Nama yang disebut sebagai pelaku adalah Taufik Hidayat. Sosoknya menjadi perbincangan publik setelah foto hingga data identitasnya tersebar di berbagai platform media sosial. Masyarakat berharap penyebaran informasi tersebut dapat membantu aparat mempercepat pencarian dan penangkapan.

Identitas Terduga Pelaku Mulai Terungkap

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah akun media sosial mengunggah foto yang disebut sebagai terduga pelaku. Akun Instagram @24xpose turut membagikan foto KTP yang diduga milik pria tersebut.

Dari dokumen yang beredar, terduga pelaku diketahui bernama Taufik Hidayat dan berasal dari Bandung. Selain identitas pribadi, informasi mengenai pekerjaannya juga ikut menjadi sorotan publik.

Dalam unggahan lain yang beredar, pelaku disebut bekerja sebagai debt collector eksternal di sebuah perusahaan pembiayaan. Fakta ini kemudian memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Meski identitas yang beredar semakin luas diketahui publik, hingga saat ini aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

DPR Minta Polisi Bergerak Cepat

Perkembangan kasus ini juga mendapat perhatian dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Melalui video yang beredar pada Senin, ia mengecam keras dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dialami korban.

Menurut Habiburokhman, tindakan yang diduga dilakukan terhadap YTR merupakan perbuatan yang sangat keji dan tidak dapat ditoleransi.

“Selaku Ketua Komisi III, saya mengecam keras dan mengutuk tindakan keji berupa penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang wanita di Bandung,” kata Habiburokhman.

Ia meminta Kapolrestabes Bandung, Kapolda Jawa Barat, serta seluruh jajaran kepolisian untuk bergerak cepat mengusut kasus tersebut hingga pelaku berhasil ditangkap.

“Saya minta kepada Kapolrestabes Bandung dan Kapolda Jawa Barat beserta seluruh jajaran untuk bergerak cepat, usut tuntas dan buru pelaku hingga tertangkap,” ujarnya.

Habiburokhman juga menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang aman bagi pelaku kekerasan yang diduga melakukan tindakan sekejam itu.

Kisah Hilangnya YTR Selama Hampir Dua Tahun

Kasus ini pertama kali menarik perhatian publik setelah keluarga mengungkap kisah hilangnya YTR yang berlangsung hampir dua tahun.

Sebelum menghilang, YTR diketahui bekerja di sebuah perusahaan makanan dan sempat ditempatkan di Bandung. Pada masa awal bekerja, komunikasi korban dengan keluarga masih berjalan normal.

Namun situasi mulai berubah setelah korban menjalin hubungan dengan seorang pria. Seiring waktu, komunikasi dengan keluarga semakin berkurang hingga akhirnya korban sulit dihubungi.

Keluarga sempat mencari informasi ke tempat kerja korban dan menemukan fakta bahwa YTR ternyata sudah mengundurkan diri beberapa bulan sebelumnya. Informasi itu membuat keluarga semakin khawatir.

Meski berbagai upaya pencarian dilakukan, keluarga mengaku kerap menerima telepon yang diyakini berasal dari korban. Dalam percakapan tersebut, korban meminta agar dirinya tidak dicari dan menolak keterlibatan polisi.

Saat itu keluarga menganggap korban sengaja menjauh. Namun setelah korban ditemukan, mereka menduga kondisi tersebut terjadi karena korban berada di bawah tekanan.

Ditemukan Dalam Kondisi Memprihatinkan

Harapan keluarga untuk menemukan YTR akhirnya datang ketika ayah korban menerima kabar bahwa putrinya berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Keluarga yang datang ke rumah sakit mengaku terkejut melihat kondisi korban. Tubuh YTR dipenuhi luka, sejumlah giginya patah, hidung mengalami kerusakan, dan salah satu matanya hampir tidak berfungsi.

Selain itu, terdapat luka lama yang telah mengalami infeksi di beberapa bagian tubuh. Korban kemudian menjalani perawatan intensif untuk memulihkan kondisinya.

Bagi keluarga, momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berat. Setelah hampir dua tahun tanpa kabar, mereka menemukan YTR dalam kondisi yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Pengakuan Korban Soal Kekerasan yang Dialami

Setelah kondisi kesehatannya mulai membaik, korban perlahan menceritakan apa yang dialaminya selama ini.

YTR mengaku sering mengalami pemukulan menggunakan berbagai benda keras. Bagian mata menjadi salah satu sasaran kekerasan yang menyebabkan kemampuan penglihatannya terus menurun.

Korban juga mengaku mengalami kekerasan seksual serta kehilangan sejumlah harta benda yang diduga dikuasai pelaku, mulai dari kendaraan, telepon genggam hingga penghasilannya selama bekerja.

Menurut pengakuannya, ia beberapa kali mencoba melarikan diri. Namun kondisi fisik yang lemah serta gangguan penglihatan membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Korban juga mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali berpindah tempat kos. Pada lokasi terakhir, sejumlah penghuni disebut pernah mendengar suara benturan keras dari dalam kamar, namun tidak berani ikut campur karena takut terhadap sosok yang diduga sebagai pelaku.

Menanti Penangkapan Pelaku

Saat ini YTR masih menjalani proses pemulihan dengan pendampingan keluarga. Di tengah perjuangannya untuk kembali sehat, korban berharap pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Sementara itu, beredarnya identitas terduga pelaku di media sosial semakin meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kasus ini. Banyak pihak berharap informasi yang telah beredar luas dapat membantu aparat mempercepat proses pengejaran.

Publik kini menantikan langkah kepolisian untuk segera menuntaskan kasus yang telah mengguncang rasa kemanusiaan tersebut dan memberikan keadilan bagi korban. (Rfi)