Terikat Janji Episode 77: Sena Diundang ke Rumah Davina, Danang Nyaris Tertangkap Dipa
Dalam episode 77 Terikat Janji, kelanjutan kisah dari episode sebelumnya mulai menunjukkan titik terang bagi hubungan Sena dan Davina. Setelah sempat menjauh akibat konflik dengan Novan, Sena akhirnya kembali mendapat kesempatan untuk mendekat. Di sisi lain, pengejaran terhadap Danang semakin menegangkan ketika polisi hampir berhasil menemukan keberadaannya.
Davina yang datang menemui Sena membuat suasana di kontrakan kembali hangat. Ia bahkan berniat membantu membayar biaya kontrakan Sena dan Reza yang sedang kesulitan keuangan. Meski Sena berusaha menolak karena merasa tidak enak menerima bantuan dari seorang perempuan, Davina tetap bersikeras membantu demi meringankan beban mereka.
Situasi sempat menjadi canggung ketika Pak Hendro yang ternyata hanya menyamar sebagai pemilik kontrakan hampir menerima uang dalam jumlah besar dari Davina. Beruntung, Sena dan Pak Prama berhasil mengatur agar bantuan tersebut tidak menimbulkan masalah. Setelah Davina pergi, Pak Prama kembali menggoda Sena dengan menyebut bahwa Davina lebih pantas menjadi pendamping hidupnya daripada sekadar pacar pura-pura.
Perhatian Davina kepada Sena ternyata bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa kedatangannya juga atas permintaan Novan. Ayahnya ingin mengucapkan terima kasih sekaligus meminta maaf kepada Sena atas semua kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya.
Mendengar hal itu, Sena langsung merasa lega. Ia berharap Novan benar-benar sudah memaafkannya sehingga dirinya bisa kembali diterima di keluarga Davina. Sena juga berharap kedekatannya dengan Davina bisa kembali seperti dulu dan tidak lagi diganggu oleh Dipa Andika.
Perjalanan menuju rumah Davina menjadi momen yang sangat berkesan bagi keduanya. Setelah sekian lama menjaga jarak, Sena dan Davina kembali tertawa bersama di dalam mobil. Mereka saling melempar tebak-tebakan kocak yang membuat suasana menjadi cair. Dalam hati, Davina mengaku merindukan momen sederhana seperti itu bersama Sena.
Namun kebahagiaan mereka sempat terganggu ketika motor Sena kehabisan bensin di tengah jalan. Saat keduanya mencari solusi, tanpa mereka sadari Dipa sedang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Dipa sebenarnya sedang memburu Danang yang menjadi buronan sekaligus orang yang dianggap telah merugikannya hingga jutaan dolar.
Di sisi lain, Danang yang kini berstatus DPO semakin terdesak. Setelah mengetahui wajah dan identitasnya telah tersebar, ia kesulitan mencari tempat bersembunyi maupun mendapatkan uang. Dalam kondisi putus asa, Danang menghubungi Dion menggunakan ponsel penyamaran dan meminta bantuan tempat tinggal sementara.
Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh Sena, Dion, Reza, dan tim kepolisian. Mereka membuat jebakan dengan mengarahkan Danang ke sebuah rumah persembunyian yang sudah dikosongkan. Yon bersedia menjadi umpan dan berpura-pura tinggal sendirian agar Danang percaya.
Pak Prama segera mengerahkan tim untuk melakukan penyergapan. Seluruh personel bersiaga di sekitar lokasi sambil menunggu Danang datang. Namun rencana tersebut tidak berjalan mulus. Danang rupanya mulai curiga setelah menyadari keberadaannya sempat terlacak melalui ponsel.
Ia akhirnya mematikan telepon genggamnya dan membuang kartu SIM untuk menghilangkan jejak. Meski polisi berhasil mendapatkan titik koordinat terakhir keberadaannya, Danang sudah lebih dulu menghilang sebelum tim tiba di lokasi.
Sementara itu, konflik lain muncul dari hubungan Dipa dan Jihan. Setelah sebelumnya bertengkar hebat, Dipa akhirnya datang menemui Jihan untuk meminta maaf. Ia mengakui telah bersikap kasar dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.
Sebagai bentuk keseriusan, Dipa bahkan menetapkan tanggal pernikahan mereka pada 2 Juli 2027. Jihan yang awalnya kecewa akhirnya luluh dan menerima permintaan maaf tersebut, meskipun dalam hati masih menyimpan keraguan.
Ketegangan kembali meningkat ketika Sena akhirnya tiba di rumah keluarga Davina. Kehadirannya langsung memancing reaksi keras dari Mayang dan Jihan yang masih menganggap Sena sebagai penipu. Keduanya terus menyindir dan merendahkan Sena di depan keluarga.
Davina berusaha membela Sena, tetapi situasi semakin memanas. Jihan bahkan menuduh Davina masih terlalu mudah percaya kepada Sena. Di tengah perdebatan itu, Sena akhirnya mengungkapkan alasan sebenarnya kedatangannya.
Dengan tenang ia menegaskan bahwa dirinya hadir karena diundang langsung oleh Novan.
Pernyataan tersebut membuat seluruh anggota keluarga terkejut. Pertanyaan besar pun muncul: benarkah Novan sudah memaafkan Sena dan siap merestui hubungannya dengan Davina?
Jawabannya akan menjadi salah satu kejutan terbesar dalam kelanjutan episode berikutnya. (Red)
Sumber: RCTI


