Pada Episode 571 Part 2, cerita Asmara Gen Z berlanjut dengan berbagai kejadian yang semakin memperumit hubungan antar karakter. Setelah perkembangan cerita di part sebelumnya, kali ini perhatian tertuju pada Aqeela yang kembali dibuat salah tingkah oleh Harry, sementara misi penting yang berkaitan dengan Oliver mulai dipersiapkan untuk dijalankan malam hari.

Episode dibuka dengan pembahasan mengenai misi Oliver yang dijadwalkan berlangsung malam ini. Meski detail misinya masih dirahasiakan, suasana menunjukkan bahwa semuanya telah dipersiapkan dengan matang dan situasi masih dianggap aman.

Di sisi lain, Raisa yang sedang kurang sehat mendapat perhatian dari orang-orang terdekatnya. Mereka berencana menjemput Raisa setelah urusan sekolah selesai. Menjelang ujian, mereka juga khawatir kondisi fisik para siswa menurun akibat kelelahan dan tekanan belajar yang cukup berat.

Sementara itu, Aqeela dibuat panik karena menyadari dirinya tidak mengenakan seragam batik di hari yang seharusnya menggunakan batik. Ia membayangkan akan menjadi pusat perhatian di sekolah karena tampil berbeda dari siswa lainnya. Kepanikannya semakin menjadi-jadi karena merasa semua orang akan memperhatikan kesalahannya.

Namun kekhawatiran itu langsung mereda ketika Harry datang membawa seragam batik untuknya. Kehadiran Harry membuat Aqeela lega sekaligus semakin bingung dengan sikap pria tersebut yang selalu hadir di saat ia membutuhkan bantuan.

Di bagian lain cerita, Fikri mendapat dukungan besar dari Kak Al. Setelah mengetahui Fikri kesulitan membagi waktu antara bekerja dan belajar, Kak Al memutuskan untuk meliburkan Fikri sementara dari pekerjaannya hingga masa ujian selesai. Bahkan, Kak Al memastikan penghasilan Fikri tetap aman agar ia bisa fokus mengejar beasiswa dan mendapatkan hasil terbaik dalam ujian.

Meski sempat merasa tidak enak, Fikri akhirnya menerima keputusan tersebut. Ia berjanji akan membuktikan kepercayaan yang diberikan dengan nilai yang memuaskan.

Konflik utama episode ini kemudian berpusat pada curhatan panjang Aqeela kepada Hana. Aqeela mengaku sangat malu setelah Harry mendengar berbagai perkataannya yang selama ini ia simpan. Ia merasa harga dirinya runtuh karena Harry justru membalas dengan komentar-komentar yang terasa seperti roasting.

Menurut Aqeela, Harry beberapa kali menyindirnya karena terlalu percaya diri dan terlalu larut memikirkan masa lalu. Harry bahkan menyarankan agar Aqeela mulai melakukan hal-hal yang lebih positif daripada terus terjebak dalam kisah yang sudah berlalu.

Perkataan itu membuat Aqeela merasa tersindir tepat sasaran. Ia mengaku mengalami krisis eksistensial karena merasa Harry berhasil membaca semua kelemahannya. Namun Hana melihat situasi tersebut secara berbeda.

Menurut Hana, Harry sebenarnya sangat peduli kepada Aqeela. Meski cara penyampaiannya terkesan tajam, Harry tetap menunjukkan perhatian lewat tindakan nyata. Ia masih membantu Aqeela, mengirimkan kebutuhan yang diperlukan, dan selalu hadir ketika Aqeela sedang mengalami kesulitan.

Hana bahkan menilai sosok seperti Harry termasuk langka. Karena itu, ia heran Aqeela masih terus memikirkan Fattah, sementara ada seseorang yang selama ini tetap menunjukkan kepeduliannya tanpa banyak bicara.

Meski mendapatkan nasihat dari Hana, Aqeela tetap bersikeras ingin berbicara dengan Fattah. Ia merasa masih ada hal yang harus diselesaikan agar bisa benar-benar memahami perasaannya sendiri. Sikap keras kepala Aqeela pun membuat Hana hanya bisa pasrah melihat sahabatnya terus berkutat dengan dilema hati.

Episode 571 Part 2 ditutup dengan Aqeela yang masih berada di antara bayang-bayang masa lalu dan perhatian tulus yang terus diberikan Harry. Di saat yang sama, misi Oliver yang akan berlangsung malam hari juga mulai menimbulkan rasa penasaran tentang kejutan apa yang akan terjadi pada episode berikutnya. (Red)

Sumber: SCTV