Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah resmi dibuka di Kabupaten Sigi, Minggu malam (7/6/2026). Di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya juara, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an hadir dalam kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi benang merah dalam pembukaan MTQ yang mempertemukan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Bagi Anwar Hafid, ajang tahunan ini harus menjadi titik awal memperkuat budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat, bukan sekadar perlombaan yang berakhir setelah penutupan acara.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dengan kehadiran Ibu Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota, anggota DPRD, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan hakim, serta masyarakat yang memadati arena kegiatan.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyoroti fenomena yang kerap terjadi di berbagai daerah, yakni tingginya antusiasme masyarakat terhadap MTQ, namun belum sepenuhnya diikuti dengan kebiasaan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat membaca Al-Qur’an tidak boleh hanya muncul saat pelaksanaan MTQ atau di lingkungan pesantren dan rumah tahfiz. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam cara masyarakat bekerja, bermuamalah, membangun keluarga, hingga menjalankan kehidupan sosial.
“Al-Qur’an diturunkan dari langit dan tugas kita adalah membumikannya. Jangan sampai Al-Qur’an hanya ramai saat MTQ atau di pondok-pondok tahfiz tetapi jauh dari kehidupan sehari-hari,” kata Anwar Hafid.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab yang dibaca untuk memperoleh pahala, tetapi juga sumber petunjuk yang memberikan arah dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, masyarakat perlu membangun kedekatan dengan Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca, memahami makna, dan menerapkannya dalam tindakan nyata.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pembangunan karakter yang sedang didorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Berkah. Salah satu implementasinya adalah Gerakan Sulteng Mengaji yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan kitab suci sesuai agama dan keyakinan masing-masing.









