Skrol untuk membaca pos

Terikat Janji Episode 63: Penyamaran Terbongkar, Sena Terpojok di Depan Keluarga Davina

Muh. Rifai
Foto: Tangkapan Layar Youtube RCTI
A-AA+A++

Davina harus menghadapi situasi yang semakin rumit setelah rahasia tentang Sena mulai terbongkar di hadapan keluarganya. Papa Novan yang sejak awal sudah menaruh curiga akhirnya menemukan fakta yang membuatnya yakin bahwa Sena bukanlah pengusaha seperti yang selama ini dikatakan, melainkan seorang penjual ketoprak yang tengah menjalankan penyamaran. Kejadian ini membuat hubungan dalam keluarga Davina mulai retak dan memicu konflik yang semakin sulit dikendalikan di Episode 63 “Terikat Janji”.

Kecurigaan Papa Novan tidak muncul tanpa alasan. Ia mulai menelusuri kembali berbagai aktivitas yang berkaitan dengan Davina dan menemukan data transaksi keuangan di Bank Sentosa Asia yang dianggap tidak wajar. Dari hasil penelusuran tersebut, terungkap adanya pembelian rumah senilai Rp7,9 miliar serta mobil seharga Rp480 juta yang digunakan Sena selama berada dalam perannya. Temuan ini membuat Papa Novan merasa bahwa putrinya telah dimanfaatkan dalam situasi yang tidak sepenuhnya ia pahami sejak awal.

Dalam kondisi emosional, Papa Novan menyampaikan pandangannya bahwa ia tidak bisa tinggal diam melihat apa yang terjadi pada Davina. Ia menilai ada ketidakwajaran yang harus segera dihentikan sebelum dampaknya semakin besar bagi keluarga mereka.

Konflik semakin memanas ketika pertemuan terjadi di Oriental Bistro. Di tempat itu, suasana yang awalnya tenang berubah menjadi tegang saat Papa Novan berhadapan langsung dengan Sena. Tanpa memberi banyak ruang untuk penjelasan, ia langsung mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengetahui identitas asli Sena dan tidak lagi percaya pada cerita yang selama ini disampaikan.

Situasi tersebut membuat Sena berada dalam posisi sulit. Ia sebenarnya sudah berniat untuk jujur kepada Davina, tetapi keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Identitasnya sebagai bagian dari penyamaran membuatnya tidak bisa membuka seluruh kebenaran di depan umum, terutama karena ia mengaku bahwa tugasnya berkaitan dengan kepolisian dan bersifat rahasia.

Di sisi lain, Davina tidak tinggal diam melihat keadaan itu. Ia berusaha menjelaskan bahwa semua aset yang dipermasalahkan bukanlah milik Sena secara pribadi, melainkan bagian dari dirinya sendiri. Menurut Davina, Sena hanya menggunakan fasilitas tersebut sebagai bagian dari peran yang sedang dijalankannya, bukan untuk keuntungan pribadi.