Hubungan Davina dan Sena semakin terasa menyakitkan di episode 66 Terikat Janji. Setelah pada episode sebelumnya Sena memilih mengakhiri hubungan pura-pura mereka dan mengembalikan semua batasan yang pernah ada, Davina berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia bisa menjalani hidup tanpa kehadiran pria tersebut. Namun kenyataannya tidak semudah itu.

Sejak pagi, kondisi Davina terlihat kurang baik. Sakit kepala yang selama ini sering muncul saat dirinya berada dalam tekanan kembali kambuh. Meski wajahnya pucat dan beberapa kali terlihat menahan pusing, Davina tetap memaksakan diri bekerja dan menghadiri meeting penting di Golden Spoon Cafe.

Kondisi itu ternyata sempat diperhatikan oleh Icha. Merasa khawatir, ia langsung menghubungi Sena dan memberitahu bahwa Davina terlihat tidak sehat. Mendengar kabar tersebut, Sena yang sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju tempat lain langsung berubah gelisah. Walaupun ia sudah berjanji untuk menjauh dari Davina atas permintaan Novan, rasa khawatirnya tidak bisa dibohongi.

Sementara itu, Davina berusaha melawan rasa sakitnya seorang diri. Di tengah perjalanan menuju lokasi meeting, ia sempat teringat bagaimana dulu Sena selalu datang setiap kali dirinya membutuhkan bantuan. Kini semua itu hanya menjadi kenangan yang membuat hatinya semakin sesak.

“Aku nggak bisa ngandelin siapa-siapa lagi sekarang. Aku harus kuat berdiri di atas kaki sendiri,” ucap Davina dalam hati sambil berusaha menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.

Namun tubuh Davina akhirnya menyerah. Sesampainya di depan Golden Spoon Cafe, ia mendadak pingsan.

Di saat yang bersamaan, Sena baru saja tiba di lokasi. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Davina terbaring tak sadarkan diri. Tanpa memikirkan apa pun lagi, Sena langsung berlari menghampiri dan membawa Davina ke Arcadia Hospital.

Meski begitu, Sena tetap memilih menjaga jarak. Setelah memastikan Davina mendapatkan penanganan medis, ia meminta perawat untuk merawatnya dan diam-diam meninggalkan rumah sakit sebelum Davina sadar.

Saat terbangun di ruang IGD, Davina dibuat bingung. Ia hanya mengingat dirinya hendak menghadiri meeting sebelum semuanya menjadi gelap. Dari cerita perawat, ia mengetahui bahwa seorang pria yang tinggi dan atletis telah membawanya ke rumah sakit.

Hati Davina langsung mengarah kepada satu nama.

Sena.

Dengan penuh harapan ia mencoba menghubungi pria itu. Namun teleponnya tidak dijawab.

Kekecewaan kembali menyelimuti dirinya. Davina mulai berpikir bahwa Sena memang benar-benar ingin menghilang dari hidupnya setelah hubungan mereka berakhir.

Beruntung Tara segera datang setelah mengetahui kondisi Davina. Ia membantu mengurus pekerjaan Davina yang tertunda sekaligus menemaninya sampai diizinkan pulang oleh dokter. Meski kondisi fisiknya mulai membaik, pikiran Davina tetap dipenuhi pertanyaan yang sama.

Jika benar Sena yang menyelamatkannya, mengapa pria itu pergi begitu saja?

Di sisi lain, Sena ternyata juga tidak bisa tenang. Setelah meninggalkan rumah sakit, pikirannya terus dipenuhi kekhawatiran terhadap Davina. Bahkan diam-diam ia mengikuti mobil Davina dari kejauhan hanya untuk memastikan perempuan itu baik-baik saja.

Perasaan yang selama ini berusaha ia pendam semakin sulit disembunyikan.

Di tengah kesedihannya, Davina memilih pergi ke Taman Cendana untuk menenangkan diri. Di sana ia bertemu lagi dengan seekor kucing yang pernah ia selamatkan bersama Sena beberapa waktu lalu.

Momen sederhana itu justru membuat kerinduannya semakin terasa.

Sambil mengelus kucing tersebut, Davina berbicara seolah sedang mencurahkan isi hatinya sendiri. Ia mengingat bagaimana Sena selalu hadir setiap kali dirinya membutuhkan bantuan. Ia juga semakin yakin bahwa pria yang menyelamatkannya saat pingsan tidak lain adalah Sena.

Meski berusaha terlihat tegar, Davina akhirnya mengakui bahwa kepergian Sena meninggalkan ruang kosong yang sulit ia abaikan.

Sementara itu, Sena juga sedang berjuang dengan perasaannya sendiri. Ia sadar bahwa selama ini Davina mengenalnya sebagai sosok yang baik, tulus, dan selalu ada untuknya. Padahal jauh di dalam hati, Sena merasa dirinya telah menyimpan terlalu banyak rahasia.

Rasa bersalah itu semakin besar ketika akhirnya Davina berhasil bertemu dengannya.

Dengan mata berkaca-kaca, Davina langsung meminta penjelasan. Ia menanyakan apakah benar Sena yang membawanya ke rumah sakit dan mengapa pria itu pergi tanpa menunggu dirinya sadar.

Sena akhirnya mengakui bahwa ia hanya menjalankan perintah Novan untuk tidak lagi bertemu dengan Davina.

Namun jawaban itu tidak cukup bagi Davina.

Untuk pertama kalinya, Davina mengungkapkan isi hatinya secara jujur. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak peduli apakah Sena hanya seorang tukang ketoprak atau berasal dari latar belakang sederhana. Baginya, yang terpenting adalah pribadi Sena yang selalu tulus dan baik kepadanya.

Pengakuan itu membuat Sena semakin terpukul.

Karena yang tidak diketahui Davina adalah kenyataan bahwa hubungan mereka sejak awal tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada penyelidikan besar yang masih dijalankan Sena dan ada banyak rahasia yang belum bisa ia ungkapkan.

Meski terlihat ingin tetap tinggal, Sena akhirnya memilih pergi lagi. Ia meminta Davina menjalani hidup seperti sebelum mereka saling mengenal.

Keputusan itu membuat Davina tidak mampu menahan air mata. Ia terus memanggil nama Sena dan memintanya untuk tidak meninggalkannya. Namun Sena tetap berjalan pergi tanpa menoleh kembali.

Adegan tersebut menjadi penutup yang emosional dalam episode 66. Untuk pertama kalinya, Davina benar-benar menunjukkan bahwa perasaannya kepada Sena bukan lagi sekadar bagian dari hubungan pura-pura. Sementara Sena harus menahan keinginannya untuk tetap berada di sisi Davina demi alasan yang jauh lebih besar.

Di saat yang sama, penyelidikan kasus patung Ganesha dan Dipa Andika juga mulai bergerak ke tahap yang lebih berbahaya. Tim Danang berusaha memancing pelaku melalui transaksi di dark web, sebuah langkah yang bisa membuka tabir kejahatan yang selama ini tersembunyi.

Prediksi Terikat Janji Episode 67

Pertemuan emosional antara Davina dan Sena tampaknya belum menjadi akhir dari kisah mereka. Meski Sena kembali menjauh, sulit membayangkan ia benar-benar bisa meninggalkan Davina begitu saja, apalagi setelah melihat sendiri kondisi kesehatan perempuan itu yang semakin sering memburuk.

Di sisi lain, Davina sepertinya mulai menyadari bahwa perasaannya terhadap Sena jauh lebih dalam daripada yang selama ini ia akui. Bukan tidak mungkin ia akan berusaha mencari tahu alasan sebenarnya Sena terus menghindarinya.

Yang juga menarik untuk ditunggu adalah sikap Novan. Jika ia mengetahui bahwa Sena diam-diam masih menolong dan menemui Davina, konflik baru bisa saja meledak dan membuat hubungan keduanya semakin rumit.

Belum lagi penyelidikan Dipa Andika yang mulai memasuki fase penting. Apabila identitas pelaku berhasil terungkap, bukan tidak mungkin rahasia besar yang selama ini disembunyikan Sena juga ikut terbuka.

Lalu, sampai kapan Sena mampu menyembunyikan perasaannya? Dan bagaimana reaksi Davina jika suatu saat mengetahui seluruh kebenaran tentang pria yang selama ini ia percaya?

Jawabannya kemungkinan akan mulai terungkap di episode berikutnya. (Red)