Terikat Janji Episode 64. Davina harus menerima kenyataan pahit setelah penyamaran Sena sebagai tukang ketoprak terbongkar. Di saat yang sama, tekanan dari Novan membuat hubungan yang selama ini terjalin antara Davina dan Sena berada di ujung perpisahan. Sementara itu, Sena tetap berusaha menjalankan misi rahasianya meski situasi semakin sulit.

Terbongkarnya identitas Sena sebagai tukang ketoprak membuat suasana keluarga Davina semakin memanas. Jihan dan keluarganya membahas kenyataan bahwa selama ini Davina telah tertipu oleh sosok yang dianggap sebagai pengusaha sukses. Mereka meyakini Sena sengaja mendekati perempuan karier yang memiliki harta untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Namun di balik tudingan tersebut, Davina masih sulit mempercayai bahwa Sena adalah sosok jahat seperti yang digambarkan banyak orang. Menurutnya, selama bersama, Sena selalu menunjukkan perhatian dan ketulusan yang membuatnya yakin bahwa pria itu bukanlah penipu.

Di sisi lain, Novan yang mengetahui Davina membeli rumah dan mobil untuk Sena merasa sangat kecewa. Ia bahkan meminta putrinya untuk tidak lagi bertemu dengan Sena. Meski hubungan mereka selama ini hanya sebatas pacaran pura-pura, Novan tetap menganggap Davina telah mengeluarkan terlalu banyak uang demi seorang pria yang belum tentu memiliki masa depan bersamanya.

“Ayah mana yang tidak marah kalau anak perempuannya mengeluarkan uang sebanyak itu untuk seorang laki-laki?” ungkap Tantri saat mencoba memberi pengertian kepada Davina.

Davina mengaku bingung dengan perasaannya sendiri. Hubungannya dengan Sena memang belum benar-benar dimulai sebagai hubungan yang sesungguhnya, tetapi larangan dari sang ayah membuatnya merasa kehilangan.

“Selesai. Bahkan hubungan aku dan Sena belum benar-benar dimulai,” ucap Davina dengan perasaan sedih.

Sementara itu, Sena memutuskan meninggalkan rumah mewah yang selama ini ditempatinya. Bersama Dion dan Reza, ia mulai mengemasi barang-barangnya dan kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya.

“Mulai besok gue akan kembali tinggal di apartemen gue yang lama. Kerja seperti biasa. Semua kembali normal, persis seperti sebelum gue ketemu sama Davina,” kata Sena.

Kepergian Sena dari kawasan Aryawangsa diam-diam diawasi oleh Dipa Andika. Pria tersebut terus mengikuti mobil yang ditumpangi Sena karena ingin mengetahui tempat tinggal sebenarnya. Namun Sena yang menyadari dirinya dibuntuti langsung mengubah rencana.

Alih-alih menuju kediaman aslinya, Sena justru menuju warung ketoprak yang selama ini menjadi markas penyamarannya. Ia sengaja melakukan hal itu agar Dipa tidak mengetahui identitas sebenarnya yang selama ini disembunyikan.

Sena memiliki alasan kuat untuk merahasiakan jati dirinya. Selain sebagai polisi yang sedang menjalankan misi penyelidikan, ia juga merupakan putra dari Henry Abraham. Jika Dipa mengetahui semua fakta tersebut, operasi yang sedang dijalankannya berpotensi gagal.

Setibanya di warung ketoprak, Dipa mendatangi Sena dan kembali melontarkan hinaan. Ia menyinggung kehidupan Sena yang dianggap jauh berbeda dari keluarga Davina.

“Ngakunya pengusaha properti, ternyata rumah saja enggak punya. Tinggal di lapak ketoprak seperti ini,” kata Dipa.

Namun Sena tidak terpancing emosi. Ia justru menyindir Dipa sebagai sosok yang sibuk mengurusi kehidupan orang lain dan menyebut orang yang paling sering memakai topeng justru bisa jadi adalah pelaku sebenarnya.

Dalam hati, Sena bertekad akan membongkar seluruh kejahatan Dipa. Ia yakin suatu saat nanti pria tersebut akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

Di tengah konflik tersebut, penyelidikan kasus patung Ganesa emas juga mulai menunjukkan perkembangan. Informasi yang diterima Sena menyebutkan bahwa patung berharga itu mulai dipasarkan melalui dark web setelah calon pembeli dari Inggris membatalkan transaksi akibat kasus tersebut menjadi perhatian publik.

Jaringan pelaku kini berupaya menjual patung itu secara diam-diam melalui situs ilegal yang sulit dilacak. Tim kepolisian yang dipimpin Jessica terus bergerak mendekati para pelaku untuk mengungkap jaringan perdagangan barang ilegal tersebut.

Meski harus meninggalkan markas penyamaran karena identitasnya mulai terendus, Sena tetap berkomitmen menyelesaikan penyelidikan. Atas arahan atasannya, ia diminta mencari lokasi baru yang lebih aman untuk melanjutkan operasi.

Di sisi lain, Davina masih terus memikirkan Sena. Ia menyadari sejak awal hubungan pura-pura mereka suatu hari akan berakhir. Namun saat kenyataan itu benar-benar terjadi, ia ternyata tidak siap menerima perpisahan tersebut.

Keesokan paginya, Sena menemui Davina untuk mengembalikan seluruh fasilitas yang pernah diberikan kepadanya. Tidak hanya rumah dan mobil, Sena juga membawa koper berisi pakaian, jas, sepatu, hingga uang yang pernah diterimanya.

“Saya sudah janji dengan Om untuk mengembalikan semuanya,” kata Sena.

Davina berusaha menolak. Menurutnya, semua itu merupakan hak Sena karena pria tersebut telah menjalankan perannya dengan baik selama ini. Namun Sena tetap bersikeras mengembalikan semuanya sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatannya kepada Novan.

Pertemuan itu berlangsung penuh haru. Davina merasakan perubahan sikap Sena yang kini terdengar lebih dingin dan menjaga jarak. Kondisi tersebut membuatnya semakin khawatir bahwa pertemuan tersebut bisa menjadi momen terakhir mereka bersama.

Sementara itu, Dipa melihat situasi yang dialami Sena sebagai peluang untuk kembali mendekati Davina. Ia merasa saat ini Sena sedang berada di titik terendah kehidupannya dan menganggap kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk masuk kembali ke kehidupan perempuan yang selama ini diincarnya.

Dengan hubungan Sena dan Davina yang semakin renggang, serta penyelidikan patung Ganesa emas yang memasuki babak baru, konflik besar diperkirakan akan semakin memanas pada episode berikutnya. (Rfi)