Pajero: Sejarah Sang Raja Off-Road dari Masa ke Masa
Nama Mitsubishi Pajero sudah lama melekat di hati para pecinta otomotif. Bagi banyak orang, Pajero bukan hanya sebuah kendaraan, melainkan simbol petualangan, ketangguhan, dan kebebasan menjelajah berbagai medan. Selama hampir 40 tahun, SUV ini hadir menemani perjalanan jutaan penggunanya di berbagai belahan dunia, mulai dari jalanan perkotaan hingga lintasan ekstrem yang penuh tantangan.
Mengutup laman Mitsubishi, kisah Pajero dimulai pada tahun 1982. Saat itu Mitsubishi Motors memperkenalkan Pajero generasi pertama sebagai kendaraan 4WD yang menawarkan sesuatu yang berbeda. Jika kendaraan penggerak empat roda pada masa itu lebih banyak digunakan untuk kebutuhan kerja atau medan berat, Pajero hadir dengan pendekatan baru. Mobil ini tetap tangguh di jalur off-road, tetapi juga nyaman digunakan sehari-hari bersama keluarga.
Kehadiran Pajero perlahan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kendaraan 4WD. Mobil yang sebelumnya dianggap sebagai kendaraan khusus mulai menjadi bagian dari gaya hidup. Pada akhir pekan, banyak keluarga Jepang menggunakan Pajero untuk berkemah, berwisata alam, atau sekadar menikmati perjalanan jauh. Dari sinilah lahir tren kendaraan rekreasi atau Recreational Vehicle (RV) yang kemudian berkembang pesat.
Popularitas Pajero terus meningkat. Mitsubishi pun menghadirkan berbagai pilihan model untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam. Mulai dari versi bodi panjang, transmisi otomatis, hingga varian dengan kabin yang lebih mewah.
Salah satu momen yang membuat nama Pajero semakin dikenal dunia terjadi pada tahun 1985. Saat itu Pajero berhasil meraih kemenangan pertamanya di Reli Paris-Dakar, ajang balap reli paling berat dan bergengsi di dunia. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan Pajero bukan sekadar slogan pemasaran.
Prestasi itu juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi Mitsubishi. Berbagai pengalaman yang diperoleh di lintasan reli kemudian diterapkan pada kendaraan produksi massal. Filosofi inilah yang membuat Pajero selalu memiliki karakter kuat sebagai SUV yang mampu menghadapi berbagai kondisi jalan.
Pada tahun 1987, Mitsubishi menghadirkan varian Exceed yang menawarkan kenyamanan lebih tinggi. Interior mewah dan jok kulit membuat Pajero semakin diminati kalangan keluarga dan profesional yang menginginkan kendaraan tangguh tanpa mengorbankan kenyamanan. Hasilnya sangat positif. Pajero generasi pertama sukses terjual sekitar 630 ribu unit.
Memasuki era 1990-an, Pajero memasuki masa keemasan. Generasi kedua yang diluncurkan pada 1991 membawa berbagai pembaruan penting. Kabinnya lebih luas, kenyamanan meningkat, dan teknologi semakin modern. Salah satu inovasi yang paling menarik adalah hadirnya Super Select 4WD, sistem penggerak empat roda yang memungkinkan pengemudi berpindah mode dengan mudah sesuai kebutuhan.
















Di Jepang, masa itu bertepatan dengan booming olahraga ski. Pemandangan Pajero yang terparkir di kawasan resor ski menjadi hal yang biasa. Mobil ini menjadi kendaraan favorit keluarga maupun anak muda yang gemar beraktivitas di alam terbuka.
Tidak berhenti di situ, Mitsubishi juga menghadirkan berbagai varian baru yang membuat keluarga Pajero semakin besar. Pajero Mini lahir pada 1994 dengan ukuran yang lebih ringkas namun tetap membawa karakter SUV. Setahun kemudian muncul Pajero Junior yang menawarkan ukuran di antara Pajero Mini dan Pajero reguler.
Kemudian hadir Challenger yang di beberapa negara dikenal sebagai Montero Sport. Model ini menawarkan desain yang lebih modern dan cocok digunakan di lingkungan perkotaan. Pada 1997, Mitsubishi bahkan memperkenalkan Pajero Evolution, model performa tinggi yang lahir dari pengalaman balap reli dan kini menjadi salah satu model yang paling diburu kolektor.
Perjalanan Pajero terus berlanjut dengan hadirnya generasi ketiga pada 1999. Generasi ini membawa perubahan besar melalui penggunaan struktur bodi yang lebih modern. Hasilnya, Pajero menjadi lebih nyaman dikendarai di jalan raya tanpa kehilangan kemampuan melibas medan berat. Perubahan tersebut membuat Pajero semakin diterima di pasar global.
Keberhasilan Pajero di dunia reli juga terus berlanjut. Pada 2003, Pajero kembali meraih gelar juara umum Reli Dakar. Prestasi ini semakin memperkuat citranya sebagai salah satu SUV paling tangguh yang pernah dibuat.
Puncak pengembangan Pajero hadir melalui generasi keempat yang diperkenalkan pada 2006. Model ini memadukan seluruh pengalaman dan teknologi yang telah dikembangkan selama puluhan tahun. Sistem keselamatan yang lebih canggih, kenyamanan yang semakin baik, serta kemampuan off-road yang tetap menjadi ciri khas membuat Pajero tetap menjadi pilihan banyak konsumen di berbagai negara.
Pada 2010, Mitsubishi menambahkan mesin turbo diesel bersih 3,2 liter yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengikuti perkembangan teknologi otomotif yang semakin fokus pada efisiensi dan emisi yang lebih rendah.
Namun seperti semua perjalanan panjang, kisah Pajero akhirnya mencapai garis akhir. Pada 2019, Mitsubishi menghentikan produksi Pajero untuk pasar Jepang dan merilis Final Edition sebagai bentuk penghormatan terhadap model legendaris tersebut. Dua tahun kemudian, produksi untuk pasar global juga resmi berakhir.
Selama hampir empat dekade, Pajero telah terjual sekitar tiga juta unit dan hadir di lebih dari 170 negara dan wilayah. Angka tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh SUV ini di pasar otomotif dunia.
Meski produksinya telah berakhir, nama Pajero tetap hidup dalam ingatan banyak orang. Bagi sebagian pemiliknya, Pajero bukan sekadar kendaraan yang membawa mereka dari satu tempat ke tempat lain. Mobil ini menjadi saksi perjalanan keluarga, petualangan bersama sahabat, hingga berbagai pengalaman yang sulit dilupakan.
Warisan itulah yang membuat Pajero tetap dikenang hingga sekarang. Sebuah SUV yang lahir dari semangat petualangan, dibesarkan oleh prestasi, dan meninggalkan jejak yang akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah otomotif dunia. (Red)


