Skrol untuk membaca pos

Terikat Janji Episode 76: Papa Davina Akui Ketulusan Sena, Tapi Rahasia Danang Mengancam

Muh. Rifai
Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

Davina kembali dihadapkan pada perasaan yang selama ini berusaha ia pendam. Setelah pada episode sebelumnya Sena berhasil menyelamatkan Novan dari serangan tawon yang nyaris merenggut nyawanya, episode 76 menjadi titik balik besar dalam hubungan Sena dan keluarga Davina.

Di rumah sakit, dokter memastikan kondisi Novan sudah stabil setelah mengalami reaksi anafilaksis akibat sengatan tawon. Keluarga yang sempat panik akhirnya bisa bernapas lega. Namun di balik kejadian itu, Novan justru mendapatkan pelajaran berharga tentang sosok Sena yang selama ini ia salah nilai.

Saat berbicara empat mata dengan Davina, Novan mengakui bahwa dirinya kembali melakukan kesalahan dengan mencampuri kehidupan putrinya. Ia bahkan mengingat bagaimana selama bertahun-tahun berbagai keputusannya justru membuat Davina menderita, termasuk ketika memisahkannya dari Rian delapan tahun lalu.

Novan lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sebelum dirinya dilarikan ke rumah sakit. Saat itu ia sempat bertemu Sena dan kembali meminta pria tersebut menjauhi Davina. Namun percakapan mereka justru membuka mata Novan.

Sena dengan berani mengingatkan bahwa selama ini banyak keputusan Novan yang justru melukai hati Davina. Ia mencontohkan bagaimana Dipa yang pernah menyakiti Davina malah mendapat restu untuk melamar Jihan. Ucapan Sena membuat Novan mulai menyadari bahwa selama ini dirinya terlalu memaksakan kehendak atas nama kebahagiaan putrinya.

Kesadaran itu semakin kuat ketika Novan diserang kawanan tawon. Dalam kondisi kritis dan kesulitan bernapas, Sena yang sebelumnya dihina dan diusir justru kembali untuk menolongnya. Sena mengusir tawon-tawon tersebut, memberikan pertolongan pertama, hingga memanggil ambulans.

Mendengar cerita itu, Davina tak mampu menyembunyikan harunya. Ia merasa Sena masih peduli padanya meski sebelumnya mengaku tak bisa lagi menjaganya.

Novan akhirnya mengakui bahwa selama ini dirinya salah menilai Sena. Menurutnya, pria seperti Sena bukanlah orang yang haus harta atau sengaja mendekati Davina demi uang. Meski kecewa karena Sena pernah berbohong soal pekerjaannya sebagai tukang ketoprak, Novan kini yakin bahwa kebohongan itu bukan karena niat buruk.

Dengan penuh penyesalan, Novan meminta Davina menghubungi Sena. Ia ingin meminta maaf secara langsung atas semua penghinaan yang pernah dilontarkannya. Sayangnya, usaha Davina untuk menghubungi Sena belum berhasil karena teleponnya ditolak. Saat itu Sena ternyata sedang sibuk menjalankan tugasnya sebagai polisi untuk memburu Danang.