Davina kembali dihadapkan pada perasaan yang selama ini berusaha ia pendam. Setelah pada episode sebelumnya Sena berhasil menyelamatkan Novan dari serangan tawon yang nyaris merenggut nyawanya, episode 76 menjadi titik balik besar dalam hubungan Sena dan keluarga Davina.

Di rumah sakit, dokter memastikan kondisi Novan sudah stabil setelah mengalami reaksi anafilaksis akibat sengatan tawon. Keluarga yang sempat panik akhirnya bisa bernapas lega. Namun di balik kejadian itu, Novan justru mendapatkan pelajaran berharga tentang sosok Sena yang selama ini ia salah nilai.

Saat berbicara empat mata dengan Davina, Novan mengakui bahwa dirinya kembali melakukan kesalahan dengan mencampuri kehidupan putrinya. Ia bahkan mengingat bagaimana selama bertahun-tahun berbagai keputusannya justru membuat Davina menderita, termasuk ketika memisahkannya dari Rian delapan tahun lalu.

Novan lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sebelum dirinya dilarikan ke rumah sakit. Saat itu ia sempat bertemu Sena dan kembali meminta pria tersebut menjauhi Davina. Namun percakapan mereka justru membuka mata Novan.

Sena dengan berani mengingatkan bahwa selama ini banyak keputusan Novan yang justru melukai hati Davina. Ia mencontohkan bagaimana Dipa yang pernah menyakiti Davina malah mendapat restu untuk melamar Jihan. Ucapan Sena membuat Novan mulai menyadari bahwa selama ini dirinya terlalu memaksakan kehendak atas nama kebahagiaan putrinya.

Kesadaran itu semakin kuat ketika Novan diserang kawanan tawon. Dalam kondisi kritis dan kesulitan bernapas, Sena yang sebelumnya dihina dan diusir justru kembali untuk menolongnya. Sena mengusir tawon-tawon tersebut, memberikan pertolongan pertama, hingga memanggil ambulans.

Mendengar cerita itu, Davina tak mampu menyembunyikan harunya. Ia merasa Sena masih peduli padanya meski sebelumnya mengaku tak bisa lagi menjaganya.

Novan akhirnya mengakui bahwa selama ini dirinya salah menilai Sena. Menurutnya, pria seperti Sena bukanlah orang yang haus harta atau sengaja mendekati Davina demi uang. Meski kecewa karena Sena pernah berbohong soal pekerjaannya sebagai tukang ketoprak, Novan kini yakin bahwa kebohongan itu bukan karena niat buruk.

Dengan penuh penyesalan, Novan meminta Davina menghubungi Sena. Ia ingin meminta maaf secara langsung atas semua penghinaan yang pernah dilontarkannya. Sayangnya, usaha Davina untuk menghubungi Sena belum berhasil karena teleponnya ditolak. Saat itu Sena ternyata sedang sibuk menjalankan tugasnya sebagai polisi untuk memburu Danang.

Di sisi lain, pengejaran terhadap Danang semakin menegangkan. Berbekal informasi transaksi terakhir, Sena dan tim berhasil melacak keberadaan Danang di sebuah hotel sederhana di kawasan Cakrawala Timur.

Merasa terdesak, Danang mencoba menyamarkan identitasnya saat check-in hotel. Namun jejaknya berhasil ditemukan. Sena bersama tim langsung bergerak melakukan pengepungan.

Saat terpojok di lantai tiga hotel, Sena berusaha membujuk Danang agar menyerahkan diri. Namun Danang menolak dan justru mengejek polisi. Ketika situasi semakin genting, Danang memilih kabur melalui jalur pembuangan sampah dan berhasil meloloskan diri dengan bantuan seorang sopir truk yang sebelumnya ia hubungi.

Meski sempat terlihat berada di bak truk, Danang kembali menghilang saat dilakukan pemeriksaan. Sena akhirnya memutuskan memasukkan nama Danang ke dalam daftar pencarian orang agar pengejaran bisa diperluas.

Sementara itu, masalah lain mulai muncul dari hubungan Jihan dan Dipa. Jihan masih memikirkan pertengkarannya dengan sang tunangan. Ia curhat kepada sang ibu setelah merasa diabaikan Dipa, bahkan ketika mobilnya mengalami masalah di jalan yang sepi.

Mendengar cerita tersebut, ibu Jihan langsung menghubungi Dipa dan menegurnya keras. Ia bahkan mengancam membatalkan pertunangan jika Dipa terus menyakiti putrinya.

Di balik permintaan maaf yang disampaikan kepada keluarga Jihan, Dipa ternyata memiliki alasan tersembunyi. Dalam hati, ia mengakui masih membutuhkan hubungan dengan keluarga Novan demi kepentingan bisnisnya. Pengakuan itu menunjukkan bahwa Dipa masih menyimpan agenda yang belum terungkap sepenuhnya.

Menjelang akhir episode, Novan yang sudah diperbolehkan pulang kembali meminta Davina menemui Sena dan mengajaknya datang ke rumah. Ia ingin menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan memperbaiki kesalahan yang selama ini dibuatnya.

Davina pun mendatangi rumah Sena. Namun kedatangannya justru memicu ketegangan baru. Tanpa ia sadari, di rumah tersebut sedang ada Hendro yang disembunyikan oleh Dion dan Reza. Mereka panik saat melihat mobil Davina datang dan buru-buru menyembunyikan Hendro agar identitasnya tidak terbongkar.

Namun sebuah kesalahan kecil hampir menggagalkan penyamaran mereka. Davina mulai curiga saat melihat sebuah mobil yang tidak dikenalnya terparkir di depan rumah Sena. Kecurigaan itu menjadi penutup episode yang membuat penonton bertanya-tanya apakah rahasia besar yang selama ini disembunyikan akhirnya akan terungkap. (Red)

Sumber: RCTI