Upaya pemulihan pascagempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah terus menjadi perhatian berbagai pihak. Selain penanganan darurat bagi warga terdampak, perbaikan rumah dan infrastruktur kini menjadi fokus utama pemerintah daerah bersama DPRD Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dandy Adhi Prabowo, saat menghadiri Rapat Aktivasi Pos Komando dan Pembentukan Struktur Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Tahun 2026 di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (20/6/2026).

Rapat tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi penanganan dampak gempa yang melanda Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kota Palu sejak 16 Juni 2026 lalu.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Sulawesi Tengah hingga Sabtu dini hari, gempa berkekuatan magnitudo 6,7 itu telah memicu 1.038 gempa susulan. Dari jumlah tersebut, 35 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, sementara gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 5,7.

Kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Sigi. Sebanyak 2.319 rumah warga terdampak gempa. Selain itu, puluhan fasilitas umum seperti kantor pemerintahan, tempat ibadah, sekolah, puskesmas, hingga rumah adat juga mengalami kerusakan.

Tidak hanya bangunan, sejumlah infrastruktur penting turut terdampak. Jembatan alternatif Tongoa-Kamarora dilaporkan terputus, longsor terjadi di kawasan Gunung Kamarora, dan pasokan air bersih di beberapa desa mengalami gangguan.

Sementara itu, Kota Palu mencatat 88 rumah terdampak. Kerusakan juga ditemukan pada sejumlah fasilitas umum, termasuk Jembatan Palu III, sekolah, masjid, hotel, dan gedung perkantoran. Di Kabupaten Parigi Moutong terdapat 53 rumah terdampak, sedangkan Kabupaten Poso mencatat 17 rumah terdampak serta kerusakan pada akses jalan dan fasilitas pendidikan.

Dandy mengatakan DPRD Sulawesi Tengah bersama pemerintah provinsi telah turun langsung ke lokasi terdampak sehari setelah gempa terjadi. Dari hasil peninjauan tersebut, banyak warga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan cukup berat.

Menurutnya, proses pemulihan tidak hanya sebatas memberikan bantuan darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman di rumah mereka.

“Banyak rumah warga yang memerlukan perbaikan menyeluruh, mulai dari pondasi hingga struktur bangunan. Karena itu perlu perencanaan yang matang agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Dandy.

Selain perbaikan rumah warga, DPRD juga meminta percepatan penanganan infrastruktur yang rusak. Beberapa akses jalan dan fasilitas publik dinilai perlu segera mendapat perhatian agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Dandy juga menyoroti kondisi Jembatan Palu III yang menjadi salah satu fasilitas penting bagi mobilitas warga. Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi teknis dapat berjalan maksimal sehingga proses perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.

Dalam rapat tersebut, DPRD Sulawesi Tengah turut mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah sesuai aturan penanggulangan bencana yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

Di sisi lain, Dandy mengingatkan seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan bencana agar selalu mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas. Mengingat aktivitas gempa susulan masih terus terjadi, kewaspadaan tetap diperlukan baik di lapangan maupun dalam proses penanganan administrasi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama BNPB, BPBD, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai instansi terkait terus memperkuat koordinasi guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Mulai dari bantuan logistik, perbaikan infrastruktur, hingga rehabilitasi rumah warga menjadi bagian dari langkah pemulihan yang saat ini sedang dipersiapkan.

Dengan kerja sama seluruh pihak, diharapkan proses pemulihan pascagempa di Sulawesi Tengah dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat yang terdampak bisa segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari. (Red)