Terikat Janji Episode 81: Davina Makin Curiga, Sena Bongkar Dugaan Korupsi
Episode 81 sinetron Terikat Janji melanjutkan kisah dari episode sebelumnya ketika Sena mulai bekerja di Kusuma Food. Di tengah pekerjaannya yang baru, Sena harus menghadapi dua masalah sekaligus. Rahasianya sebagai polisi yang diduga sedang menyamar semakin dicurigai Davina, sementara ia juga mulai menemukan kejanggalan dalam penyaluran dana CSR perusahaan.
Cerita dimulai saat Davina diam-diam mengikuti Sena karena masih penasaran dengan pria tersebut. Davina merasa Sena menyembunyikan sesuatu darinya. Namun tanpa disadari, tindakan itu justru membuat dirinya berada dalam bahaya.
Di saat yang sama, sekelompok orang suruhan bos misterius sedang mengincar Davina. Mereka berencana menculik Davina sebagai bagian dari rencana untuk menyerang seorang polisi yang selama ini menjadi musuh mereka. Ketika salah satu pelaku mencoba mendekati Davina di lokasi yang sepi, Sena datang tepat waktu dan berhasil menggagalkan aksi tersebut.
Sena kemudian menangkap pelaku dan menemukan banyak hal mencurigakan. Pelaku mengaku hanya ingin merampok, tetapi Sena menemukan alat bius di dalam barang bawaannya. Selain itu, isi ponsel pelaku juga sudah dibersihkan sehingga tidak ada jejak komunikasi yang tersisa.
Peristiwa itu membuat Davina kembali kagum sekaligus semakin curiga kepada Sena. Menurutnya, kemampuan Sena dalam menghadapi pelaku kejahatan tidak seperti orang biasa. Davina mulai mengingat berbagai kejadian yang pernah dialaminya bersama Sena.
Semua petunjuk yang dikumpulkannya mengarah pada satu kesimpulan. Davina yakin Sena sebenarnya adalah seorang polisi yang sedang menyamar sebagai tukang ketoprak.
Karena ingin membuktikan dugaannya, Davina menyiapkan rencana sederhana. Ia sengaja menggunakan borgol dan berpura-pura tidak bisa melepaskannya. Saat Sena datang membantu, Davina memperhatikan setiap gerakannya.
Kecurigaan Davina semakin kuat ketika Sena dengan mudah membuka borgol tanpa menggunakan kunci. Bahkan Sena mengetahui cara kerja sistem penguncian yang biasanya dikenal oleh aparat kepolisian. Meski Sena masih berusaha menghindar, Davina semakin yakin bahwa dugaannya benar.
Sementara itu, di kantor Kusuma Food, Sena mulai menjalankan tugasnya sebagai Manajer CSR. Saat memeriksa dokumen perusahaan, ia menemukan kejanggalan dalam penyaluran dana bantuan ke Yayasan Cahaya Amanah.
Menurut data perusahaan, Kusuma Food rutin menyalurkan dana sebesar Rp1,5 miliar setiap enam bulan sekali. Namun ketika Sena dan Fikri datang langsung ke yayasan tersebut, mereka menemukan fakta yang berbeda.
Pihak yayasan menunjukkan bukti bahwa dana yang diterima hanya Rp50 juta setiap kali pencairan. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan angka yang tercatat dalam laporan perusahaan.
Temuan tersebut membuat Sena semakin yakin ada sesuatu yang tidak beres. Ia pun melanjutkan penyelidikan ke tempat lain yang juga menerima bantuan dari Kusuma Food.
Saat memeriksa bantuan ambulans yang disalurkan melalui yayasan lain, Sena kembali menemukan kejanggalan. Ambulans yang diterima ternyata bukan kendaraan baru seperti yang seharusnya, melainkan mobil bekas dengan kondisi yang kurang layak.
Di sisi lain, Dipa mulai panik setelah mengetahui dana CSR yang biasanya langsung cair kini ditahan oleh Sena. Ia merasa langkah Sena dapat mengganggu rencana yang selama ini berjalan lancar.
Sementara itu, kelompok kriminal yang gagal menculik Davina juga menyadari bahwa anak buah mereka telah ditangkap polisi. Mereka menganggap Sena sebagai lawan berbahaya dan mulai menyiapkan rencana baru yang lebih matang.
Episode 81 ditutup dengan ketegangan yang semakin meningkat. Davina kini semakin yakin bahwa Sena adalah polisi yang sedang menyamar. Di saat yang sama, Sena berhasil menemukan petunjuk awal tentang dugaan penyimpangan dana CSR yang bisa menyeret banyak pihak. (Red)
Sumber: RCTI


