Gubernur Anwar Hafid Sebut TMMD Buka Masa Depan Umbele
Pembangunan jalan desa sepanjang 4 kilometer melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 membuka harapan baru bagi masyarakat Kepulauan Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut pembangunan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan Umbele jika nantinya ditetapkan sebagai ibu kota kecamatan.
Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri Upacara Penutupan TMMD ke-123 di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira, Kodim 1311/Morowali, Jumat (14/08/2026).
Berbeda dari sekadar pembangunan infrastruktur desa, program TMMD kali ini ikut membuka pembicaraan mengenai masa depan Umbele. Wilayah kepulauan tersebut sudah lama diusulkan masyarakat untuk menjadi pusat pemerintahan kecamatan.
Anwar mengatakan, keinginan menjadikan Umbele sebagai ibu kota kecamatan sebenarnya bukan hal baru. Saat masih menjabat sebagai bupati, ia mengaku sudah mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait usulan tersebut.
“Ini cita-cita saya sejak dulu ketika menjadi bupati. Masyarakat sudah meminta agar Umbele menjadi ibu kota kecamatan,” ujar Anwar.
Menurutnya, usulan tersebut masih membutuhkan kesiapan daerah. Jika kondisi dan kemampuan sudah memungkinkan, pemerintah daerah akan membawa usulan itu kepada pemerintah pusat.
“Kalau sudah memungkinkan, saya bersama Ketua DPRD akan membawa usulan ini ke pemerintah pusat,” katanya.
Karena itu, pembangunan jalan melalui TMMD dinilai menjadi salah satu bagian dari persiapan kawasan Umbele. Jalan sepanjang 4 kilometer dengan konstruksi rabat beton diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat dan memperkuat hubungan antarwilayah di kawasan tersebut.
“Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh jajarannya. Saya melihat TMMD telah membantu membuka jalan dan mempersiapkan wilayah ini agar semakin berkembang,” kata Anwar.
Selain jalan, TMMD ke-123 di Kepulauan Umbele juga mengerjakan sejumlah fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah jaringan air bersih dengan penyambungan pipa sepanjang sekitar 7 kilometer antarpulau.
Program tersebut juga mencakup pembangunan tiga unit MCK dan tiga ruang terbuka hijau. TNI bersama masyarakat turut melakukan rehabilitasi lima rumah nelayan, rehabilitasi sekolah, serta penanaman mangrove.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan selama sekitar satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Program TMMD diarahkan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di desa.
Tidak hanya pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga menyentuh sisi sosial. Masyarakat mendapatkan penyuluhan mengenai pencegahan stunting serta edukasi mengenai mitigasi bencana.
Bagi masyarakat Umbele, pembangunan jalan dan fasilitas umum tersebut menjadi bagian dari perubahan kawasan yang selama ini berada di wilayah kepulauan. Infrastruktur yang lebih baik dapat membantu aktivitas warga, termasuk akses menuju fasilitas pelayanan dan kegiatan ekonomi.
Anwar Hafid juga memberikan apresiasi kepada Kodam XXIII/Palaka Wira. Menurutnya, meski baru berusia satu tahun, satuan tersebut telah memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.
“Walaupun usia Kodam Palaka Wira masih sangat muda, baru satu tahun, tetapi kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah sudah luar biasa,” ungkapnya.
Pada penutupan TMMD, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hasil pekerjaan kepada Pemerintah Kabupaten Morowali. Gubernur Sulawesi Tengah turut menyaksikan proses tersebut.
Anwar kemudian menyerahkan plakat kepada Kepala Desa Umbele sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat selama pelaksanaan program. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peresmian Monumen TMMD Kodam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026.
Upacara penutupan dihadiri Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar selaku Inspektur Upacara, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Morowali Ikhsan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Morowali, jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimda, serta masyarakat.
Gubernur Anwar Hafid mengatakan pembangunan di wilayah kepulauan harus terus mendapat perhatian. Pemerintah daerah, kata dia, perlu hadir agar pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan, tetapi juga warga di desa dan pulau-pulau.
“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” tegasnya.
Dengan selesainya TMMD ke-123, sejumlah fasilitas baru kini diserahkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Bagi Umbele, pembangunan tersebut bukan hanya soal jalan dan fasilitas umum, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan jika wilayah itu nantinya berkembang menjadi pusat pemerintahan kecamatan.
Usulan Umbele sebagai ibu kota kecamatan masih menunggu kesiapan daerah dan proses lebih lanjut. Namun, pembangunan infrastruktur yang dilakukan melalui TMMD menjadi salah satu langkah awal untuk membuka akses dan mendukung perkembangan kawasan tersebut. ***



