Pekerjaan tersebut dilaksanakan selama sekitar satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Program TMMD diarahkan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di desa.
Tidak hanya pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga menyentuh sisi sosial. Masyarakat mendapatkan penyuluhan mengenai pencegahan stunting serta edukasi mengenai mitigasi bencana.
Bagi masyarakat Umbele, pembangunan jalan dan fasilitas umum tersebut menjadi bagian dari perubahan kawasan yang selama ini berada di wilayah kepulauan. Infrastruktur yang lebih baik dapat membantu aktivitas warga, termasuk akses menuju fasilitas pelayanan dan kegiatan ekonomi.
Anwar Hafid juga memberikan apresiasi kepada Kodam XXIII/Palaka Wira. Menurutnya, meski baru berusia satu tahun, satuan tersebut telah memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.
“Walaupun usia Kodam Palaka Wira masih sangat muda, baru satu tahun, tetapi kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah sudah luar biasa,” ungkapnya.
Pada penutupan TMMD, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hasil pekerjaan kepada Pemerintah Kabupaten Morowali. Gubernur Sulawesi Tengah turut menyaksikan proses tersebut.
Anwar kemudian menyerahkan plakat kepada Kepala Desa Umbele sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat selama pelaksanaan program. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peresmian Monumen TMMD Kodam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026.
Upacara penutupan dihadiri Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar selaku Inspektur Upacara, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Morowali Ikhsan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Morowali, jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimda, serta masyarakat.
Gubernur Anwar Hafid mengatakan pembangunan di wilayah kepulauan harus terus mendapat perhatian. Pemerintah daerah, kata dia, perlu hadir agar pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan, tetapi juga warga di desa dan pulau-pulau.
“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” tegasnya.
Dengan selesainya TMMD ke-123, sejumlah fasilitas baru kini diserahkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Bagi Umbele, pembangunan tersebut bukan hanya soal jalan dan fasilitas umum, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan jika wilayah itu nantinya berkembang menjadi pusat pemerintahan kecamatan.









