Konflik di Terikat Janji episode 83 semakin menegangkan. Setelah pada episode sebelumnya Sena berhasil membongkar dugaan penyelewengan dana CSR Kusuma Food, kini Dipa mulai terdesak. Namun, harapan Sena agar Dipa segera diproses hukum belum terwujud.

Sena menemui Om Novan dan meminta agar Dipa segera dilaporkan ke polisi. Menurut Sena, Dipa harus bertanggung jawab karena sudah menyalahgunakan dana CSR Kusuma Food selama bertahun-tahun. Apalagi perusahaan menjadi pihak yang dirugikan.

Sayangnya, Om Novan belum mau membawa kasus itu ke jalur hukum. Ia hanya memutuskan menghentikan kerja sama dengan seluruh yayasan milik Dipa. Alasannya, ia tidak ingin nama Kusuma Food ikut tercoreng jika kasus tersebut menjadi perhatian publik.

Keputusan itu membuat Sena bingung. Ia merasa alasan Om Novan bukan sekadar menjaga nama baik perusahaan. Sena menduga ada alasan lain yang membuat Om Novan tidak bisa bertindak tegas terhadap Dipa.

Di sisi lain, Davina juga mengetahui keputusan Om Novan. Ia bahkan berpikir untuk mengambil tindakan sendiri karena tidak rela Dipa terus bebas setelah merugikan perusahaan hingga miliaran rupiah.

Sementara itu, Jihan mulai curiga dengan sikap Dipa. Ia datang ke kantor tunangannya untuk meminta penjelasan soal kabar penyelewengan dana CSR. Namun, Dipa justru marah dan membentak Jihan. Ia merasa Jihan lebih percaya kepada Sena daripada dirinya. Pertengkaran itu membuat Jihan pulang dengan hati yang kecewa.

Tanpa sepengetahuan Om Novan, Davina akhirnya mendatangi kantor polisi. Ia melaporkan dugaan penyelewengan dana CSR yang dilakukan Dipa. Davina berharap laporan itu bisa membuat Dipa mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

Di saat yang sama, Sena justru mengalami kejadian yang mengerikan. Saat sedang dalam perjalanan, ia diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan asam sulfat ke tubuhnya. Beruntung wajah Sena tidak terkena karena terlindungi jaket, tetapi tangan dan punggungnya mengalami luka bakar.

Warga yang melihat kejadian itu langsung menolong Sena dan membawanya ke Rumah Sakit Bakti Insani. Meski kesakitan, Sena masih sempat mengingat nomor polisi motor pelaku. Ia menduga penyerangan itu ada hubungannya dengan kasus dana CSR yang sedang dibongkarnya.

Sena kemudian meminta bantuan rekan-rekannya untuk melacak identitas pelaku melalui nomor kendaraan yang berhasil diingatnya. Ia juga bertekad melaporkan penyerangan tersebut ke polisi agar pelakunya segera ditangkap.

Di sisi lain, Davina yang datang ke rumah Sena merasa khawatir karena Sena belum pulang. Setelah mengetahui Sena berada di rumah sakit, ia langsung menyusul. Davina kaget melihat kondisi Sena yang mengalami luka akibat siraman asam sulfat dan meminta Sena segera membawa kasus itu ke jalur hukum.

Episode 83 ditutup dengan kondisi Sena yang masih menjalani perawatan, sementara kasus Dipa mulai mengarah ke proses hukum. Di sisi lain, penyerangan terhadap Sena memunculkan pertanyaan baru. Apakah pelaku hanya orang suruhan, atau ada dalang besar yang ingin menghentikan Sena mengungkap semua kejahatan Dipa? (Red)

Sumber: RCTI