Terikat Janji Episode 78: Sena Kembali Berjaya, Dipa Panik dan Siapkan Rencana Berbahaya
Pada episode 77, hubungan Sena dan keluarga Kusuma masih berada di titik yang rumit. Namun pengorbanan Sena saat menyelamatkan Novan dari serangan tawon liar mulai mengubah segalanya. Memasuki episode 78, perubahan besar terjadi yang membuat posisi Sena kembali kuat di tengah keluarga Kusuma sekaligus menjadi ancaman bagi Dipa.
Novan sengaja mengumpulkan seluruh keluarga untuk menyampaikan sesuatu yang penting. Di hadapan Davina, Jihan, dan anggota keluarga lainnya, Novan mengungkap bahwa Sena adalah orang yang telah menyelamatkan nyawanya. Sena tanpa ragu mengabaikan keselamatannya sendiri demi menolong Novan yang diserang gerombolan tawon hingga akhirnya berhasil mendapatkan pertolongan medis tepat waktu.
Pengakuan tersebut membuat suasana menjadi haru. Novan yang sebelumnya sangat kecewa kepada Sena karena kebohongannya mengenai profesi sebagai pengusaha properti akhirnya mengakui bahwa Sena adalah sosok yang baik hati. Bahkan untuk pertama kalinya, Novan secara terbuka meminta maaf kepada Sena atas kata-kata yang pernah diucapkannya.
Sena menerima permintaan maaf itu dengan lapang dada. Ia menegaskan bahwa dirinya menolong Novan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Sikap rendah hati Sena justru semakin membuat keluarga Kusuma menghargainya.
Di sisi lain, Dipa tampak tidak senang melihat perubahan sikap Novan terhadap Sena. Ia khawatir semua rencananya akan berantakan jika Sena kembali diterima oleh keluarga Kusuma dan semakin dekat dengan Davina.
Kekhawatiran Dipa semakin menjadi kenyataan ketika Novan mengumumkan hadiah khusus untuk Sena. Meski sempat menolak karena merasa tidak pantas menerima balasan atas bantuannya, Sena akhirnya dikejutkan dengan tawaran besar. Novan meminta Sena bergabung ke Kusuma Food sebagai Manajer Corporate Social Responsibility (CSR).
Keputusan itu langsung memicu perdebatan. Dipa mempertanyakan kemampuan Sena yang dianggap tidak memiliki pengalaman untuk menduduki jabatan penting di perusahaan sebesar Kusuma Food. Namun Novan dengan tegas membela Sena.
Menurut Novan, kesempatan tidak hanya diberikan berdasarkan pengalaman semata. Ia mengingatkan bahwa Jihan dan Davina juga pernah mendapatkan kesempatan besar meski belum memiliki pengalaman panjang. Selain itu, Sena dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan penjualan produk Kusuma Food melalui inovasi rasa ketoprak yang sukses di pasaran.
Setelah mendapat dukungan dari keluarga, Novan menetapkan keputusannya sebagai keputusan final. Dipa akhirnya terpaksa diam meski terlihat sangat kesal. Sena pun menerima jabatan tersebut dan berjanji akan bekerja sebaik mungkin untuk menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Bagi Sena, jabatan baru itu bukan hanya soal karier. Ia melihat kesempatan tersebut sebagai jalan untuk melanjutkan penyelidikannya terhadap berbagai kejanggalan yang selama ini berkaitan dengan Rian dan Dipa Andika. Dengan akses yang lebih luas ke sistem perusahaan, Sena berharap bisa menemukan bukti-bukti yang selama ini dicarinya.
Sementara itu, Davina tampak sangat bahagia. Ia merasa kini tidak perlu lagi menjaga jarak dengan Sena karena mereka akan kembali bertemu setiap hari di kantor. Perasaan yang selama ini dipendam Davina kepada Sena pun terlihat semakin kuat.
Di sisi lain, operasi penangkapan Danang yang telah disiapkan polisi bersama Sena dan tim ternyata gagal. Danang tidak muncul di lokasi yang telah dipantau. Polisi menduga Danang mulai menyadari bahwa dirinya sedang diawasi sehingga memilih menghilang dan memutus semua jejak, termasuk menghancurkan kartu SIM miliknya.
Meski demikian, Danang ternyata berhasil menemukan tempat perlindungan baru. Ia menemui Julian, seorang teman lama yang pernah diselamatkannya di masa lalu. Julian menyambut Danang dengan hangat dan bahkan bersedia menyediakan kendaraan, uang tunai, serta identitas baru untuk membantu pelariannya.
Fakta mengejutkan terungkap saat Julian mengaku bahwa Dipa Andika sempat memintanya untuk menghabisi Danang. Namun karena merasa berutang nyawa kepada Danang, Julian menolak permintaan tersebut. Ia bahkan mengungkap bahwa beberapa orang lain juga menolak tawaran serupa karena menghormati Danang.
Di saat bersamaan, Dipa semakin gelisah melihat Sena kembali mendapat tempat di keluarga Kusuma. Kemarahannya memuncak ketika secara sengaja hampir menabrak Sena di jalan. Meski tidak terjadi apa-apa, kejadian itu memperlihatkan bahwa Dipa mulai kehilangan kendali.
Tidak berhenti sampai di situ, Dipa kembali berusaha mencari orang untuk membunuh Danang. Namun satu per satu orang yang dihubunginya menolak karena merasa memiliki utang budi kepada Danang. Kondisi tersebut membuat Dipa semakin frustrasi hingga muncul kemungkinan ia akan bertindak sendiri.
Menjelang akhir episode, Sena mulai menyusun langkah barunya sebagai Manajer CSR. Bersama Dion, ia menemukan petunjuk bahwa salah satu yayasan milik Dipa Andika pernah terhubung dengan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan praktik pencucian uang. Temuan ini menjadi awal penyelidikan yang lebih besar.
Episode 78 ditutup dengan posisi Sena yang semakin kuat, sementara Dipa semakin terpojok oleh kegagalan rencana-rencananya. Di sisi lain, keberadaan Danang yang masih bebas menjadi ancaman baru yang bisa sewaktu-waktu mengubah keadaan. Konflik antara Sena dan Dipa pun dipastikan akan semakin panas pada episode berikutnya. (Red)
Sumber: RCTI


