Pemerintah memastikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap 5 persen untuk rumah tapak. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang memperpanjang tenor KPR subsidi hingga 40 tahun agar cicilan semakin ringan dan lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kebijakan tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam Rapat Komite Tapera yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Langkah ini sekaligus mendukung target penyaluran 350.000 rumah subsidi sepanjang tahun 2026 dan mempercepat Program 3 Juta Rumah.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pemerintah tetap konsisten menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga bunga KPR subsidi agar tidak membebani masyarakat.
“Kita konsisten sebagaimana arahan Presiden Prabowo untuk suku bunga rumah subsidi tapak tetap 5 persen, rumah susun subsidi 6 persen dengan tenor bisa 40 tahun,” ujar Maruarar.
Dengan tenor yang lebih panjang, besaran cicilan rumah subsidi diperkirakan akan semakin rendah. Pemerintah sedang mengkaji skema angsuran sekitar Rp500 ribuan per bulan untuk rumah subsidi tapak melalui penerapan suku bunga berjenjang. Sementara itu, cicilan rumah susun subsidi ditargetkan berada di kisaran Rp700 ribuan per bulan.
Pemerintah menegaskan bunga tetap 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun akan berlaku hingga masa kredit berakhir. Kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian bagi masyarakat di tengah fluktuasi suku bunga pasar.
Selain membahas skema pembiayaan, Komite Tapera juga mengevaluasi penyaluran FLPP tahun 2026. Hingga 23 Juni 2026, sebanyak 81.268 unit rumah telah disalurkan atau sekitar 23,22 persen dari target 350.000 unit dengan nilai pembiayaan mencapai Rp10,1 triliun.
Jika ditambah rumah yang sudah memasuki tahap akad kredit, jumlahnya mencapai 103.003 unit atau sekitar 29,43 persen dari target tahun ini.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai melalui sejumlah strategi, mulai dari memperkuat promosi, memperluas segmentasi penerima manfaat, meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, hingga memanfaatkan pemasaran digital.






