Setelah selamat dari serangan air keras di episode sebelumnya, kondisi Sena mulai membaik di Terikat Janji episode 85. Davina masih setia menemaninya di rumah sakit dan membantu mengganti perban luka di tubuh Sena. Suasana canggung berubah menjadi momen manis ketika Sena terus menggoda Davina dengan memanggilnya “istri”. Meski malu, Davina tetap merawat Sena dengan penuh perhatian.

Di balik kedekatan mereka, ancaman baru mulai muncul. Dua orang yang menyimpan dendam kepada Sena ternyata sudah mengetahui keberadaannya di rumah sakit. Salah satunya bahkan mengenali Sena sebagai polisi yang pernah menangkapnya beberapa tahun lalu. Mereka sepakat bekerja sama untuk membalas dendam dan menunggu waktu yang tepat saat Sena tidak lagi dijaga.

Sementara itu, Bilal terpaksa memberi tahu Veronika bahwa Sena sedang dirawat di rumah sakit. Awalnya Bilal ingin menyembunyikan kondisi Sena, tetapi ia tidak tega melihat Veronika terus khawatir. Mendengar kabar tersebut, Veronika langsung bergegas menjenguk putranya.

Di rumah sakit, Papa Novan juga datang bersama Davina untuk melihat kondisi Sena. Saat mengetahui Sena menjadi korban penyiraman air keras, Novan bertanya siapa yang diduga menjadi pelakunya. Davina pun menyebut nama Dipa karena serangan itu terjadi tidak lama setelah Sena membongkar penyalahgunaan dana CSR di Kusuma Food. Selain itu, Dipa juga pernah mengirim orang untuk mengancam Sena agar menjauh dari Davina. Meski belum memiliki bukti, Novan mulai yakin Dipa memang patut dicurigai.

Setelah meninggalkan ruang perawatan, Novan berbicara empat mata dengan Davina. Ia mengaku sejak awal memang berharap Sena menjadi pasangan hidup putrinya. Karena itu, Novan sengaja memberikan jabatan Manajer CSR kepada Sena agar memiliki karier dan penghasilan yang layak. Menurutnya, Sena sudah pantas menjadi pendamping Davina.

Ucapan sang ayah membuat Davina mulai memikirkan kembali hubungannya dengan Sena. Ia menyadari perasaannya kepada Sena belum benar-benar hilang meski mereka mengaku sudah berpisah.

Tak hanya itu, Novan juga telah menyiapkan hadiah berupa mobil baru untuk Sena sebagai bentuk penghargaan atas jasanya menyelamatkan perusahaan. Namun hadiah tersebut belum diberikan saat itu. Novan justru meminta Davina yang menyerahkan mobil tersebut agar menjadi kejutan untuk Sena.

Di sisi lain, Veronika akhirnya bertemu dengan Sena. Ia mengaku sudah memiliki firasat buruk sejak semalam sehingga terus memikirkan anaknya. Sena sempat kesal karena Bilal membocorkan keberadaannya, tetapi akhirnya ia mengerti Bilal hanya ingin membantu.

Veronika juga bercerita bahwa dirinya sempat bertemu Davina dan Novan di rumah sakit. Beruntung, rahasia bahwa Sena adalah kakak Rian masih berhasil disembunyikan. Meski begitu, Sena tetap khawatir jika suatu saat identitasnya terbongkar dan membuat keadaan menjadi semakin rumit.

Dokter kemudian membawa kabar baik. Kondisi Sena terus membaik, lukanya tidak mengalami infeksi, dan ia sudah diperbolehkan pulang setelah infus selesai.

Namun di luar rumah sakit, musuh Sena masih terus mengawasi setiap gerak-geriknya. Mereka membatalkan rencana menyerang karena rumah sakit terlalu ramai. Meski begitu, mereka memastikan akan mencari kesempatan lain untuk melancarkan aksi balas dendam.

Menjelang akhir episode, masalah Dipa semakin besar. Polisi datang ke apartemennya dengan membawa surat perintah penggeledahan terkait dugaan penyalahgunaan dana donasi melalui PT Arta Investarma. Langkah ini menjadi tanda bahwa penyelidikan terhadap Dipa mulai memasuki babak baru.

Episode 85 ditutup dengan beberapa konflik yang semakin menarik. Hubungan Davina dan Sena semakin dekat, Papa Novan memberikan restunya, sementara Dipa mulai terpojok oleh penyelidikan polisi. Di saat yang sama, musuh lama Sena masih menunggu kesempatan untuk kembali menyerang. (Red)

Sumber: RCTI