Hubungan Sena dan Davina semakin rumit di Terikat Janji episode 91. Setelah mengetahui identitas asli Sena sebagai polisi yang menyamar, Davina masih belum bisa menerima semua kebohongan yang selama ini disembunyikan darinya. Meski begitu, Sena tidak menyerah dan terus berusaha menjelaskan alasan di balik penyamarannya.
Melanjutkan kisah pada episode sebelumnya, Sena kembali menemui Davina di kantor. Ia mencoba menghentikan Davina agar mau mendengarkan penjelasannya. Namun Davina tetap menolak dan memilih pergi. Kesempatan Sena untuk berbicara juga gagal karena kehadiran Galih dan petugas keamanan yang membuat Davina berhasil menghindarinya.
Di saat yang sama, Sena juga harus menghadapi masalah besar di pekerjaannya. Ia dipanggil menjalani sidang disiplin karena dianggap melanggar prosedur saat menyelamatkan Davina dalam kasus penyanderaan. Meski berada dalam tekanan, Sena tetap datang memenuhi panggilan tersebut.
Beruntung, Sena tidak sendirian. Reza dan Dion ikut memberikan dukungan dan siap menjadi saksi untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat operasi penyelamatan berlangsung. Dukungan dari kedua rekannya membuat Sena sedikit lebih tenang menghadapi sidang.
Sementara itu, kondisi Jihan mulai membaik. Ia sudah bisa makan kembali setelah mualnya berkurang. Di sisi lain, Dipa datang ke rumah sakit membawa hadiah berupa tas dan sepatu untuk menyenangkan hati Jihan. Sayangnya, hadiah itu justru membuat Jihan kesal karena tas tersebut sudah pernah ia miliki, sedangkan ukuran sepatu yang dibeli Dipa juga salah.
Kesalahan itu membuat Jihan semakin kecewa. Ia merasa Dipa tidak benar-benar mengenalnya dan kembali mengusir pria tersebut dari rumah sakit.
Masalah hubungan Dipa dan Jihan akhirnya diketahui Novan. Ia memanggil Dipa untuk meminta penjelasan. Sebagai bentuk tanggung jawab atas kasus dana CSR, Dipa menyerahkan cek senilai Rp18 miliar kepada Novan. Di depan Novan, Dipa mengaku lalai dan berjanji akan lebih berhati-hati.
Namun setelah keluar dari ruangan, Dipa justru mengungkapkan isi hatinya. Ia menganggap uang Rp18 miliar hanyalah cara untuk menjaga kepercayaan Novan dan mempertahankan bisnisnya. Dalam pikirannya, semua masalah yang terjadi berawal dari Sena.




