Skrol untuk membaca pos

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Apa Pemicunya?

Muh. Rifai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Kemenkeu
A-AA+A++

Investasi bangunan tumbuh 6,6 persen, seiring meningkatnya pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan. Belanja modal pemerintah juga tumbuh 5,6 persen.

Sejumlah proyek pemerintah ikut mendorong aktivitas konstruksi, termasuk pembangunan fasilitas untuk MBG, gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP), Desa Nelayan, Sekolah Garuda Baru, dan Sekolah Rakyat.

Investasi nonbangunan juga tumbuh kuat. Investasi kendaraan meningkat 26,0 persen, sedangkan investasi peralatan lainnya tumbuh 16,2 persen.

Realisasi investasi langsung tumbuh 7,1 persen. Penanaman Modal Asing (PMA) bahkan meningkat 25,7 persen. Kondisi ini menunjukkan minat investor terhadap Indonesia masih terjaga.

Di sektor perdagangan luar negeri, ekspor barang dan jasa tumbuh 4,13 persen (yoy) pada triwulan II 2026. Ekspor barang tumbuh 3,9 persen, terutama berasal dari CPO, batubara, serta produk hasil hilirisasi seperti nikel, tembaga, dan aluminium.

Sementara itu, impor barang dan jasa riil tumbuh 8,82 persen. Impor barang tumbuh 10,3 persen karena meningkatnya kebutuhan bahan baku, barang konsumsi, dan barang modal.

Peningkatan impor tersebut juga menunjukkan aktivitas industri dalam negeri masih berjalan. Industri membutuhkan lebih banyak bahan dan peralatan untuk memenuhi permintaan masyarakat serta mendukung kegiatan produksi.

Dari sisi lapangan usaha, beberapa sektor mencatat pertumbuhan tinggi. Perdagangan tumbuh 6,39 persen, Konstruksi 6,68 persen, sedangkan Informasi dan Komunikasi tumbuh 6,97 persen.

Pertumbuhan sektor perdagangan didukung meningkatnya permintaan masyarakat dan penjualan kendaraan bermotor. Penjualan mobil tumbuh 32,94 persen, sedangkan penjualan sepeda motor meningkat 6,62 persen.

Sektor Informasi dan Komunikasi juga terus berkembang seiring meningkatnya transaksi digital, pembayaran digital, serta kapasitas data center.

Industri Pengolahan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar ekonomi Indonesia. Sektor ini tumbuh 4,52 persen (yoy), sementara Industri Pengolahan Nonmigas tumbuh 5,32 persen.

Industri Makanan dan Minuman tumbuh 6,51 persen. Pertumbuhan tersebut didukung konsumsi rumah tangga, aktivitas sektor jasa, serta kebutuhan makanan untuk program MBG.

Industri Barang Logam dan Elektronik tumbuh lebih tinggi sebesar 8,04 persen. Pertumbuhan tersebut didukung meningkatnya permintaan ekspor produk elektronik, baterai, dan peralatan listrik.

Berita Lainnya

Suku Bunga Tetap 5,75 Persen, BI Fokus Jaga Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi
BCA Cetak Kredit Rp1.036 Triliun hingga Juni 2026
Defisit APBN 2027 Dipatok 2,4 Persen, Target Pajak Jadi Tantangan
BI-Rate Tetap 5,75 Persen, Ini Arah Kebijakan BI
APBN 2027 Ekspansif, Ini Sektor yang Dapat Anggaran Besar
Program Magang 150 Ribu Peserta Jadi Andalan Pemerintah Dorong Lapangan Kerja