Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia dinilai masih terjaga. Konsumsi rumah tangga tetap bertahan, investasi terus tumbuh terutama ditopang investasi pemerintah, sementara ekspor nonmigas meningkat seiring membaiknya permintaan dari sejumlah negara.
BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen.
Namun, tekanan inflasi masih menjadi perhatian. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen secara tahunan, naik dari 2,88 persen pada bulan sebelumnya.
Kenaikan terutama dipengaruhi kelompok volatile food yang mencapai 4,06 persen, dengan komoditas daging ayam ras, cabai rawit, dan beras menjadi penyumbang utama. Sementara itu, inflasi inti masih terkendali di 2,92 persen.
Di sektor perbankan, penyaluran kredit justru menunjukkan peningkatan. Kredit perbankan pada Agustus 2026 tumbuh 13,65 persen secara tahunan, naik dari 13,58 persen pada Juli.
Pertumbuhan tersebut ditopang kredit investasi sebesar 25,11 persen, kredit modal kerja 11,45 persen, serta kredit konsumsi 5,07 persen. BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada di kisaran 8–12 persen.
Ketahanan perbankan juga masih terjaga. Rasio kecukupan modal atau CAR tercatat 23,84 persen pada Juli 2026, sedangkan rasio kredit bermasalah atau NPL berada di level 2,10 persen secara bruto dan 0,81 persen secara neto.
Sementara itu, ekonomi digital terus berkembang. Volume transaksi pembayaran digital pada Agustus 2026 mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen secara tahunan. Transaksi QRIS bahkan tumbuh 67,22 persen, seiring meningkatnya jumlah pengguna dan merchant.
BI juga mencatat transaksi BI-FAST mencapai 549 juta transaksi dengan nilai Rp1.346 triliun. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas digitalisasi sistem pembayaran sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional.
Dengan kondisi global yang masih penuh tekanan, BI akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan eksternal, serta menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Red)







